Sejak kemunculan kasus pertama di Afrika Barat pada Maret silam, Ebola terus menyebar dan telah membunuh lebih dari empat ribu jiwa. Liberia, Guinea, Sierra Leone, dan Nigeria menjadi negara-negara dengan kasus Ebola terbanyak.
Wabah ini secara tidak langsung turut memengaruhi perjalanan karier Kei Kamara. Sejatinya, pesepakbola 30 tahun itu sudah disodori kontrak oleh tim divisi Championship Inggris, Wolverhampton Wanderers, setelah kontraknya bersama Middlesbrough habis. Namun apa daya izin kerjanya ditolak karena peringkat Sierra Leone di rangking FIFA merosot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditelusuri lebih jauh, ternyata penurunan ini akibat Sierra Leone kalah di dua laga sepanjang September. Setelah kalah 1-2 dari Pantai Gading, mereka kembali kalah 0-2 dari Kongo.
Kamara meyakini bahwa laga melawan Kongo bisa jadi berakhir dengan hasil positif untuk timnya andai digelar di negara sendiri. Meski seharusnya berstatus tuan rumah, tapi wabah Ebola membuat Sierra Leone harus menjalani laga 'usiran' di markas lawannya. Bahkan di laga kandang terakhirnya kontra Kamerun pun justru berlangsung di kandang sang lawan, yang mana berakhir dengan skor imbang 0-0.
"Beberapa pekan lalu saya berada di Wolverhampton, yang menyodorkan kontrak untuk bermain bersama mereka dan saya mengatakan ya. Tapi semenit kemudian saya menyadari bahwa izin kerja saya ditolak karena negara saya, Sierra Leone, turun posisinya di rangking FIFA," kata Kamara dikutip Guardian.
"Itu semua terjadi karena bencana di sana pada saat ini, yakni Ebola. Kami tidak bisa memainkan laga di Sierra Leone dan kami tidak bisa bermain di kandang. Kami kalah di beberapa laga dan membuat posisi di rangking FIFA turun, sehingga izin kerja saya ditolak," sesalnya.
Kamara sebelumnya pernah merumput di Inggris. Selain bersama Middlesbrough sepanjang musuim lalu, dia pernah berseragam Norwich City dan berlaga di paruh kedua Premier League 2012-2013.
Kini, setelah gagal bergabung ke Wolverhampton, Kamara bakal bermain di Major League Soccer bersama Columbus Crew. Namun demikian, Kamara baru bisa bermain di musim baru 2015 nanti.
"Selalu ada sejumlah faktor, tapi saya tahu ada sebuah tempat yang saya sebut rumah. Selalu ada tempat di mana saya bisa membuktikan diri," sambungnya.
"MLS adalah salah satu liga terbaik yang saya pernah rasakan. Saya pernah tampil di Championship dan Premier League, MLS benar-benar tidak begitu jauh berbeda," demikian Kamara.
(raw/roz)











































