Menjamu Kroasia di San Siro, Senin (17/11/2014) dinihari WIB, Italia langsung tertekan sejak awal. Meski sempat mencuri gol di menit ke-11 lewat Antonio Candreva, Kroasia sukses memaksakan satu poin dari La Nazionale melalui kaki Ivan Perisic.
Tampil sebagai tim tamu tak membuat Kroasia inferior. Mereka bahkan unggul penguasaan bola 60%-40% dan lebih banyak melepaskan tembakan. Total 14 percobaan dilakukan dengan tujuh menemui sasaran sementara Italia hanya 10 upaya dengan cuma dua yang tepat target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu sejak awal bahwa Kroasia punya teknik bagus dan tidak mudah untuk mendapatkan bola dari mereka. Pelatih mengubah beberapa hal dan mencoba menemukan solusi lain. Ini bukanlah sebuah laga simpel," tambahnya seperti dilansir Football Italia.
Kegagalan memetik angka penuh membuat Italia tetap menghuni posisi dua klasemen Grup H dengan nilai 10 dari empat laga, hanya kalah selisih gol dari Kroasia di urutan teratas. Sementara Norwegia ada di tempat ketiga yang merupakan batas terakhir lolos ke playoff dengan sembilan poin.
Sejauh ini tiket ke putaran final tampak hanya akan melibatkan tiga tim ini sementara tiga tim lainnya tertinggal cukup jauh. Bulgaria yang ada di posisi empat baru mengumpulkan empat angka, diikuti Malta dengan satu poin dan Azerbaijan yang belum mendapatkan angka. Kroasia jelas jadi tantangan terberat Italia di grup ini.
"Melihat klasemen, ini memang tampak jadi balapan tiga kuda. Kami tahu bahwa kami harus lolos tahap ini bagaimanapun caranya. Kami harus berkembang dalam cara apapun dan menyadari Kroasia adalah sebuah tim yang sangat bagus," demikian Pelle.
(raw/krs)











































