Neuer Akui Sulit Menangi Ballon d'Or, Sindir Ronaldo

Neuer Akui Sulit Menangi Ballon d'Or, Sindir Ronaldo

- Sepakbola
Selasa, 18 Nov 2014 11:37 WIB
Neuer Akui Sulit Menangi Ballon dOr, Sindir Ronaldo
Alex Grimm/Bongarts/Getty Images
Munich -

Kiper nomor satu Jerman dan Bayern Munich, Manuel Neuer, sadar benar kecil peluangnya meraih Ballon d'Or 2014. Selain itu, Neuer juga tak memiliki citra seperti kandidat utama, Cristiano Ronaldo.

Nama Neuer masuk dalam daftar 23 pemain yang telah dirilis FIFA belum lama ini. Pada Desember nanti, jumlah itu akan diciutkan menjadi tiga finalis yang akan bertarung dalam ajang penghargaan pada Januari mendatang di Zurich.

Sepanjang 2014, Neuer tampil konsisten. Ia membawa Bayern juara liga, Piala Jerman, dan lolos hingga semifinal Liga Champions. Di level timnas, kiper berusia 28 tahun ini jadi salah satu pemain paling menonjol di Piala Dunia untuk membaw negaranya tampil sebagai juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ronaldo diyakini sebagai calon terkuat dalam menggondol penghargaan individual prestisius itu. Kendatipun, bomber Real Madrid itu melempem di Brasil dan Portugal langsung tersingkir di babak grup.

Neuer merasa tidak mungkin bisa menyaingi Ronaldo, yang begitu populer dan punya gaya hidup bak selebriti.

"Aku adalah seorang olahragawan, bukan seorang brand ambassador, di luar sebagai kiper pertama untuk Adidas. Aku bukan jenis orang yang berpose dengan pakaian dalamnya," ujar Neuer kepada Kicker seperti diwartakan Marca.

"Aku tidak suka dengan karpet merah, aku lebih memilih lapangan hijau. Aku merasa lebih baik di atas lapangan mencoba menjadi yang terbaik sebisaku."

"Setelah pertandingan, hal-hal yang banyak diperlihatkan adalah gol-gol, peluang, dan assist. Penonton cenderung tidak mengingat bahwa kiper sudah menghentikan banyak bola yang sulit dengan mengambil risiko besar atau mengatur pertandingan dari belakang," imbuh dia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sejak penghargaan Ballon d'or diadakan, satu-satunya kiper yang pernah meraih penghargaan itu adalah Lev Yashin pada 1963. Sedangkan hanya dua pemain belakang yang pernah memenanginya dalam 20 tahun terakhir.

(rin/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads