Jerman pernah 'dilukai' Spanyol di dua ajang bergengsi. Kini Jerman berjumpa lagi dengan Spanyol, tapi itu tidak akan dijadikan sebagai ajang balas dendam atas kekalahan itu.
Ketika itu, ambisi Die Mannschaft memenangi titel Eropa keempatnya dijegal La Furia Roja yang pada akhirnya keluar sebagai juara berkat gol tunggal Fernando Torres. Inilah menjadi awal dari dominasi Spanyol di level internasional.
Dua tahun kemudian di Afrika Selatan, Jerman kembali bertemu dengan Spanyol. Kali ini di semifinal Piala Dunia 2010, tapi lagi-lagi Bastian Schweinsteiger dkk. mesti menyerah dari Spanyol 0-1 lewat sundulan Carles Puyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertandingan-pertandingan itu tidak ada hubungannya dengan laga persahabatan yang akan kami mainkan," ucap Mario Goetze di situs resmi DFB yang dilansir Marca.
"Kami tidak berambisi balas dendam. Balas dendam untuk apa? Sekarang kami juara dunia," sambung pencetak gol kemenangan Jerman atas Argentina di final Piala Dunia 2014 itu.
"Kami akan bermain melawan sebuah tim elite, melawan sebuah tim yang telah mendominasi dunia sepakbola dalam beberapa tahun terakhir. Bersaing di level seperti itu selalu menjadi sesuatu yang istimewa," tambah penggawa Bayern Munich ini.
Jerman akan melawat ke Spanyol pada Jumat (19/11/2014) dinihari WIB. Dalam 21 pertemuannya, Spanyol sedikit lebih unggul dalam head to head dengan 8 kali menang, 6 kali seri, termasuk tiga kemenangan dalam lima pertemuan terakhir.
(rin/roz)











































