Neymar awalnya dipercaya mengenakan ban kapten Brasil ketika Thiago Silva absen karena cedera. Tapi, setelah Silva pulih dan kembali masuk skuat, ban kapten tetap melingkar di lengan Neymar.
Masalah ini sempat dikeluhkan oleh Silva. Dia merasa kurang sreg karena dirinya tidak diberi tahu lebih dulu oleh Dunga maupun Neymar terkait pergantian kapten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang paling penting adalah bukan siapa kaptennya, tapi siapa yang memimpin," ujar Dunga di Soccerway.
"Kemarin saya sudah bilang dan saya mengulang lagi di sini bahwa kami menginginkan beberapa pemimpin. Kami tidak bisa cuma punya satu pemimpin di dalam tim," katanya.
Berkat kemenangan 2-1 atas Austria, berarti Brasil selalu menang dalam enam pertandingan persahabatan setelah Piala Dunia 2014 dan baru kebobolan satu gol. Hasil-hasil positif tersebut membuat Dunga bisa tersenyum.
"Hasil-hasil itu menunjukkan pekerjaan yang telah kami lakukan sejauh ini. Semua tim yang kami kalahkan; Kolombia, Ekuador, Argentina; cuma kalah dari Brasil," katanya.
"Hal paling pentingnya adalah para pemain memahami cara kerja kami," ujar mantan kapten timnas Brasil ini.
(mfi/cas)











































