Thierry Henry menyelesaikan laga profesionalnya Sabtu lalu. Majalah mingguan terbitan Prancis L'Equipe pun menerbitkan halaman khusus yang didedikasikan kepada legenda Arsenal itu.
New York Red Bull harus menerima kekalahan agregat 4-3 dari NE Revolution dalam playoff MLS Wilayah Selatan. Terhentinya Red Bull sekaligus menjadi akhir kebersamaan Henry dengan klub Amerika Serikat tersebut.
Di usia 37 tahun, Henry memang belum mengungkapkan keputusan untuk gantung sepatu secara eksplisit. Dia malah menyebut belum ada kejelasan dengan masa depannya. Dan kalaupun pensiun nanti, Arsenal adalah tujuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepastian kedua adalah saya ingin melihat Arsenal memenangi Liga Champions. Entah itu dari dekat, itu tak tergantung kepada saya, tapi saya ingin membantu," ucap dia.
COLLECTOR ! Un numΓ©ro 100% Titi + spΓ©cial cadeaux + guide des stations. En kiosques demain http://t.co/XRVWY3LRkb pic.twitter.com/HiPEe09nXo
β L'ΓQUIPE magazine (@lequipemagazine) November 28, 2014Β
Arsenal memang sudah menjadi rumah kedua Henry. Pemain kelahiran Essonne, Prancis itu meraih sederet prestasi oke bersama Arsenal. Mulai Bergabung mulai 1999-2007, Henry mencatatkan dua gelar Premier League, tiga kali Piala FA, dan dua kali juara Community Shield.
Gelar individu tak kalah panjang. Henry menjadi pemilik empat kali The Golden Boots Premier League. Tapi, dia belum mencicipi titel Liga Champions bersama The Gunners. Gelar itu diraihnya ketika berlabuh di Barcelona.
Nah, pengalaman sebagai pemain profesional, baik di klub dan tim nasional, Henry itu diapresiasi oleh L'Equipe. Majalah terbitan Prancis itu menyediakan halaman khusus suplemen 100 halaman khusus untuk Henry.
Menurut Get Football News France suplemen itu tak hanya menayangkan wawancara khususu dengan Henry, tapi juga sejumlah orang-orang yang terkait dalam akrier sepakbola si pemain. Di antaranya, pelatih Pep Guardiola, Michel Platini, Zinedine Zidane, dan Johan Cruyff.











































