Paraguay terakhir kali punya pelatih permanen adalah Gerardo Pelusso yang kemudian dipecat pada Juni 2013, pasca penampilan buruk di kualifikasi Piala Dunia 2014.
Roque Santa Cruz dkk. hanya duduk di posisi paling bawah dengan koleksi 12 poin, yang menandakan terhentinya rekor selalu lolos ke Piala Dunia selama empat edisi beruntun sejak 1998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didapatlah Ramon Diaz, pelatih yang baru saja mengantarkan River Plate menjuarai Liga Argentina Mei lalu. Diaz langsung mundur begitu musim tuntas dan langsung teken kontrak berdurasi empat tahun dengan Paraguay.
Misi Diaz jelas adalah membawa Paraguay tampil oke di Copa America 2015 yang dihelat di Chile. Empat tahun lalu mereka adalah runner-up setelah kalah 0-3 dari Uruguay di final. Plus tentunya meloloskan Paraguay ke Piala Dunia 2018 di Rusia.
"Pertama-tama saya harus berterima kasih kepada masyarakat Paraguay, para pemimpin, karena saya mampu diberikan mandat untuk melatih negara besar ini," ujar Diaz seperti dikutip Soccerway.
"Sepakbola itu sangat dinamis dan kami sangat bangga bisa menuntaskan negosiasi untuk pekerjaan ke depannya ini," sambungnya.
"Ada Copa America, lalu juga Anda harus lolos ke Piala Dunia dan ada ekspektasi besar untuk kesempatan ini."
Sebagai pesepakbola selain besar di River Plate, Diaz juga malang melintang di Eropa bersama klub-klub seperti Napoli, Inter Milan, Fiorentina, dan AS Monaco. Kariernya diakhiri di klub Jepang, Yokohama Marinos.
Karier kepelatihan banyak dihabiskan di Argentina dengan dua tahun terakhir melatih River. Laga kompetitif pertama Diaz adalah 13 Juni mendatang, melawan Argentina di Copa America.
Di turnamen itu, Paraguay tergabung di grup maut bersama juara bertahan Uruguay, Argentina, dan Jamaika.
(mrp/din)











































