Kata orang, mungkin dia terlalu cepat tenar. Penyerang Liverpool yang sedang dipinjam Lille, Divock Origi, harus sudah merasakan cemoohan di usianya yang baru 19 tahun.
Cemoohan itu diterima Origi di pertandingan Liga Europa hari Kamis lalu, saat Lille bertarung melawan Wolfsburg. Dalam sebuah kesempatan Lille mendapat hadiah penalti, dan Origi menjadi algojonya.
Namun sial bagi pemain muda Belgia itu, eksekusinya gagal alias tidak membuahkan gol. Lille di akhir laga kalah 0-3, dan tersingkir di kompetisi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Origi mencuri perhatian di Piala Dunia 2014, kala Belgia mengalahkan Rusia 1-0 di fase grup pada tanggal 22 Juni. Dia adalah pencetak gol tunggal tersebut, setelah masuk sebagai pengganti Romelu Lukaku. Golnya itu menjadikan Origi sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia -- sebelum dipatahkan Julian Green dari Amerika Serikat, 9 hari kemudian di babak 16 besar.
Seusai turnamen Liverpool membeli dia dari Lille seharga 10 juta euro, dan mengontraknya untuk lima tahun. Namun The Reds tidak langsung memboyongnya ke Anfield dan membiarkan Lille memakai jasa pemainnya itu di musim ini, dengan status pinjaman.
Di enam pertandingan pertama Lille di Ligue 1 musim ini Origi berhasil mengukir tiga gol. Tapi sejak itu dia mandul. Dari September Origi belum mencetak gol lagi, dengan total durasi bermain 923 menit.
"Piala Dunia, sedikitnya waktu pramusim, usia yang masih muda. Anda tidak bisa mengesampingkan hal-hal ini," demikian sang ayah, Mike Origi, dalam membela performa anaknya itu setelah dicemooh suporter.
Beratnya beban Origi juga coba dibagi oleh rekannya di timnas Belgia yang bermain di Wolfsburg, Kevin de Bruyne.
"Saya memahami rasa frustasi fans. Tapi Divock telah mengambil tanggung jawabnya. Umur dia baru 19. Mereka (Lille) mestinya menyuruh pemain lain yang lebih tua (untuk mengambil penalti itu)," tulis De Bruyne dalam akun twitter-nya.
Seberapa gemilang karier Origi di masa depan, masih akan jadi tanda tanya. Faktanya, di musim lalu ia hanya mengemas 5 gol dari 30 pertandingan bersama Lille di Liga Prancis. Di musim sebelumnya cuma 1 gol ia buat dari 10 laga. (a2s/mfi)











































