Awal September menandai ditutupnya bursa transfer musim panas. Sejumlah aktivitas transfer di hari-hari terakhir masih melibatkan sejumlah pemain dan klub besar.
Manchester United melanjutkan belanja besarnya dengan menggaet Radamel Falcao di hari terakhir bursa transfer. 'Setan Merah' mendatangkan striker asal Kolombia itu dengan status sebagai pinjaman dari AS Monaco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah belanja besar-besaran dan berganti manajer, MU ternyata masih tersendat. Wayne Rooney dkk. justru mencatat start terburuk di era Premier League usai takluk 3-5 dari tim promosi, Leicester City, di pekan kelima.
Itu menjadi kekalahan kedua yang diderita MU setelah sebelumnya kalah dari Swansea City di pekan perdana. MU cuma mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan dan cuma sekali menang.
Catatan itu menjadi start terburuk MU di Premier League. Di bawah arahan David Moyes di musim sebelumnya, MU mengumpulkan tujuh poin dari lima pertandingan pertama. Sementara selama dipegang Sir Alex Ferguson, start terburuk MU terjadi di musim 2004/2005 saat mereka hanya mengumpulkan enam poin dari lima laga.
Sementara itu, sejumlah laga seru juga tersaji di bulan September. Di pekan kelima, duel dua tim yang digadang-gadang jadi kandidat kuat juara, Manchester City dan Chelsea, tersaji di Etihad Stadium.
Chelsea yang jadi tim tamu unggul lebih dulu lewat gol Andre Schuerrle. Tapi City selamat dari kekalahan berkat gol dari mantan pemain Chelsea, Frank Lampard. Laga ini juga diwarnai kartu merah untuk Pablo Zabaleta yang sempat terlibat ketegangan dengan Diego Costa.
Dua derby seru tersaji di pekan ketujuh. Liverpool menjamu Everton, sementara Arsenal kedatangan Tottenham Hotspur. Kedua laga derby tersebut sama-sama berakhir dengan skor 1-1.
Sementara itu, laju kencang Chelsea di awal musim tak lepas dari ketajaman yang ditunjukkan oleh Diego Costa. Meski baru didatangkan dari Atletico Madrid di bursa transfer musim panas, Costa langsung unjuk gigi. Tujuh gol dia lesakkan di empat laga pertama di Premier League. Catatan itu sekaligus menjadi rekor baru di Premier League.
Beralih ke Spanyol, Barcelona unjuk keperkasaan dengan start mulusnya di La Liga. Di empat pertandingan pertama, pasukan Luis Enrique itu menyapu bersih kemenangan dan tak kebobolan satu gol pun.
Sementara itu, sang bintang Lionel Messi terus mencatat torehan spesial. Lewat dua gol yang dicetaknya ke gawang Granada di jornada keenam, Messi sudah mengoleksi 400 gol di sepanjang kariernya, bak di level klub maupun tim nasional.
Berbanding terbalik dengan Barca, Real Madrid justru masih naik turun di bulan September. Cristiano Ronaldo dkk. menelan dua kekalahan beruntun di La Liga. Setelah takluk 2-4 di markas Real Sociedad di jornada kedua, Madrid kemudian dikalahkan Atletico Madrid 1-2 di Santiago Bernabeu.
Dari Serie A, Juventus dan AS Roma langsung menunjukkan diri sebagai kandidat kuat dalam persaingan perebutan scudetto. Keduanya sama-sama mencatat start mulus di awal musim.
Catatan spesial ditorehkan Juve di awal musim. Lewat kemenangan di empat laga perdana tanpa kebobolan, Bianconeri mencatatkan rekor baru di Serie A. Salah satu kemenangan itu diraih atas AC Milan dalam pertandingan di San Siro di giornata ketiga dengan skor 1-0.
Sementara itu, kejutan hadir di Bundesliga di bulan September. Adalah tim promosi Paderborn yang mencuri perhatian. Mereka memuncaki klasemen setelah empat pertandingan lewat dua kemenangan dan dua hasil imbang. Kala itu, tim arahan Andre Breitenreiter tersebut ada di posisi teratas klasemen dengan delapan poin, unggul selisih gol berturut-turut dari Mainz, Hoffenheim, dan Bayern Munich.
Liga Champions juga bergulir di bulan September. Sang juara bertahan Madrid mengawali kiprahnya dengan mulus lewat kemenangan 5-1 atas Basel. Sementara finalis musim lalu yang juga rival sekota Los Blancos, Atletico Madrid, justru takluk dari Olympiakos.
Dari sepakbola dalam negeri, Indonesia Super League (ISL) sudah menuntaskan fase grup. Delapan tim yang kemudian lolos ke babak 8 besar antara lain Arema Cronus, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Pelita Bandung Raya, dan Persela Lamongan.
Di bulan September, tim nasional Indonesia U-19 menuntaskan tur Spanyol yang merupakan persiapan terakhir sebelum bertolak ke Piala Asia di Myanmar. Di 'Negeri Matador' itu, Evan Dimas cs. menjalani empat pertandingan uji coba.
Di laga pertama, timnas U-19 kalah 1-2 dari Atletico Madrid B. asil seri 1-1 lalu dipetik saat berhadapan dengan Valencia B. Berikutnya kekalahan telak 0-6 diderita ketika menghadapi Barcelona B yang juga diperkuat pemain top macam Luis Suarez dan Thomas Vermaelen. Tur lalu diakhiri dengan kekalahan 0-5 dari Real Madrid C.
Dari ajang Asian Games, tim nasional Indonesia U-23 tak bisa bicara banyak. Langkah mereka hanya sampai babak 16 besar setelah kalah 1-4 dari Korea Utara.
Sebelumnya, timnas Indonesia U-23 lolos dengan status sebagai runner-up Grup E. Ferdinand Sinaga dkk. lolos dengan enam poin hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan dari tiga laga. Kemenangan timnas U-23 dipetik atas Timor Leste (7-0) dan Maladewa (4-0).
Asian Games juga menjadi ajang terakhir bagi Aji Santoso sebagai pelatih timnas U-23. Kontraknya habis usai pesta olahraga antarnegara Asia itu.
Dari ajang Piala AFC, Persipura Jayapura harus melupakan mimpinya untuk tampil di babak final. Tim 'Mutiara Hitam' disingkirkan oleh Qadsia FC di babak semifinal. Setelah pertandingan dua leg, Persipura kalah dengan agregat 2-10. Takluk 2-4 di leg pertama, Persipura kemudian menyerah 0-6 di leg kedua.
(nds/din)











































