Panasnya Iklim Sepakbola Indonesia di Akhir Tahun

Kaleidoskop Sepakbola 2014 (Desember)

Panasnya Iklim Sepakbola Indonesia di Akhir Tahun

- Sepakbola
Rabu, 31 Des 2014 19:04 WIB
Panasnya Iklim Sepakbola Indonesia di Akhir Tahun
Getty Images/Stanley Chou
Jakarta -

Di dunia sepakbola Tanah Air, kegagalan di Piala AFF membuat PSSI memastikan Alfred Riedl tak lagi menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional senior Indonesia. Di ajang itu Indonesia ditargetkan jadi juara tetapi akhirnya malah sudah tersingkir di putaran pertama akibat finis ketiga di fase grup.

Desember juga menjadi bulan yang cukup "panas" untuk persepakbolaan Indonesia. Pertama-tama terkait dengan keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP) dalam sidang sengketa antara pemohon (FDSI) dan termohon (PSSI), yakni PSSI adalah badan publik nonpemerintah dan diminta mau membuka laporan keuangannya. Keputusan KIP itu direspons negatif PSSI yang berencana melakukan banding.

Selain itu, ada pula merebaknya tagar #BekukanPSSI menyusul acara talkshow 'Mata Najwa' bertema "Dagelan Bola" yang ditayangkan Metro TV pada 10 Desember. Saat itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi diminta suporter untuk turun tangan membereskan sepakbola Indonesia karena PSSI dianggap sudah tidak mampu. Tagar tersebut sampai sempat menjadi trending topic di Twitter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih terkait PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI pada bulan ini juga menggulirkan rencana pembentukan sebuah tim khusus untuk mengawasi kinerja induk persepakbolaan Indonesia tersebut. Tim khusus yang diberi nama Tim Sembilan itu lalu melahirkan perdebatan antara PSSI, Menpora, dan pada satu titik bahkan sempat menyerempet ke cabang olahraga lainnya.

PSSI yang menanggapi negatif pembentukan Tim Sembilan terus mempertanyakan fungsi tim tersebut, dengan pihak Kemenpora menegaskan tim itu tidak dibentuk untuk mengintervensi PSSI. Puncaknya, Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti menyebut bahwa sepakbola Indonesia baik-baik saja dan Menpora lebih baik mengurusi cabang-cabang lain yang ia nilai sedang down, salah satunya bulutangkis.

Menpora membalas komentar itu dengan menyatakan bahwa PSSI tak perlu takut atau sensi jika memang tak punya kesalahan. Komentar lain terhadap pernyataan La Nyalla Mattalitti dilontarkan oleh Taufik Hidayat, salah satu pebulutangkis top Indonesia yang kini sudah gantung raket. Dengan pedas, Taufik menyebut PSSI harus bercermin dulu sebelum menilai cabang olahraga lain, khususnya bulutangkis yang dikatakannya sebagai olahraga prestasi.

Masih dari persepakbolaan Indonesia, meski kali ini lebih dekat ke urusan lapangan, juara ISL Persib Bandung telah mengetahui siapa lawan yang akan dihadapi di babak playoff Liga Champions Asia. Dari pengundian pada 11 Desember, Persib dihadapkan dengan klub Vietnam Hanoi T&T FC. Pada proses pengundian serupa, Persipura Jayapura yang merupakan runner-up ISL bakal berada satu grup dengan Bengaluru FC (India), (Singapura), dan pemenang playoff antara Maziya melawan Ceres, di babak grup Piala AFC.

Beralih ke persepakbolaan antarklub Eropa, proses pengundian lain juga dilakukan pada bulan Desember ini, yakni babak 16 besar Liga Champions. Setelah bersusah payah memastikan kelolosan, 16 tim yang masih bertahan kini memasuki fase knockout. Di babak 16 besar nanti setidaknya ada sejumlah duel sengit seperti Paris Saint-Germain versus Chelsea, Manchester City lawan Barcelona, Juventus kontra Dortmund, dan Arsenal jumpa Monaco. Juara bertahan Real Madrid relatif dapat lawan mudah, dengan menghadapi Schalke.

Sementara di liga-liga domestik Eropa, Bayern Munich melanjutkan derap mantapnya untuk menutup tahun di puncak klasemen Bundesliga sedangkan Borussia Dortmund, yang dalam beberapa tahun terakhir jadi penantang, malah belum bisa bangkit dan masih terpuruk di posisi dua dari dasar klasemen. Di Serie A Juventus dan AS Roma mulai menjauh dari tim-tim lain dan menutup tahun dengan selisih tiga angka saja di dua tangga teratas klasemen. Di Premier League Chelsea dipastikan mengakhiri 2014 dengan keunggulan tiga angka dari juara bertahan Manchester City di posisi dua, dengan Manchester United membayangi kedua tim. Persaingan lebih ketat hadir di La Liga dengan Real Madrid cuma unggul satu poin dari Barcelona di posisi dua dan bahkan cuma terpaut sembilan poin dengan tim posisi tujuh--meskipun El Real memang masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak akibat keikutsertaannya di Piala Dunia Antarklub.

Terkait ajang tersebut, bulan Desember ini juga menjadi penutup tahun yang indah untuk Madrid setelah berhasil menjuarai Piala Dunia Antarklub berkat kemenangan 2-0 atas San Lorenzo di final pada 21 Desember. Trofi itu menambah koleksi Madrid di tahun 2014 setelah sebelumnya juga menjuarai Copa del Rey, Liga Champions, dan Piala Super Eropa.

Di perebutan gelar juara lainnya yang turut dilangsungkan pada akhir tahun ini ada Napoli yang mengalahkan Juventus dalam adu penalti, setelah terus berimbang 2-2, untuk menyabet predikat juara Piala Super Italia pada pertandingan tanggal 23 Desember. Partai ini sejatinya merupakan laga pramusim dan awalnya dijadwalkan berlangsung Agustus lalu, tapi baru dilangsungkan saat jeda musim saat ini akibat keikutsertaan Napoli di fase playoff Liga Champions.

Bulan Desember juga ditandai Thailand dengan gelar juara setelah mengalahkan Malaysia dalam partai dua leg di final Piala AFF. Thailand menang 2-0 pada leg pertama tanggal 17 Desember, sebelum memastikan titel pada tanggal 20 Desember meskipun kalah 2-3--Thailand menang agregat 4-3 atas Malaysia. Ini menjadi gelar juara keempat Thailand di ajang Piala AFF, menyamai rekor Singapura.

(krs/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads