Edisi ke-30 Piala Afrika akan menggelar pertandingan pertamanya pada Sabtu (17/1/2015) besok. Dengan ada 16 negara terbaik Afrika akan berpartisipasi, event tersebut akan dihelat sampai 8 Februari mendatang.
Di Eropa, gaung Piala Afrika menjadi besar lebih karena banyak klub yang akan kehilangan pilarnya selama hampir satu bulan. Dari tahun ke tahun klub-klub Eropa selalu dibuat repot dengan turnamen yang digelar di tengah bergulirnya musim kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Equatorial Guinea sebenarnya baru tiga tahun lalu menggelar Piala Afrika saat menjadi tuan rumah bersama dengan Gabon. Namun tetap saja kekhawatiran muncul terkait persiapan negara tersebut menjadi tuan rumah karena menggelar event Piala Afrika sendirian memunculkan tantangan yang lebih besar.
Kekhawatiran terbesar adalah laga-laga Piala Afrika akan sangat minim didatangi penonton. Stadion di Ebebiyin, yang berkapasitas 5.000 penonton, tiga tahun lalu hanya diisi oleh 200 orang di salah satu laga Piala Afrika 2012. Untuk mensiasati sepinya penonton, Presiden Teodoro Obiang Nguema merogoh sendiri koceknya dan membeli 4.000 tiket untuk diserahkan pada fans.
Masalah terbesar Piala Afrika tahun ini adalah terkait penyebaran virus Ebola. Virus mematikan itu mulai menyebar sejak Maret 2014 dan berdasarkan data WHO telah merenggut 8.386 korban jiwa sampai 12 Januari lalu. Statistik mengerikan ini membayangi gelaran Piala Afrika.
Virus ebola sejauh ini belum ditemukan di Equatorial Guinea. Dan demi menjaga catatan bersih tersebut pemerintah setempat melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pemain hingga dan penonton yang masuk ke negara mereka.
Guinea, Sierra Leone dan Liberia adalah beberapa negara yang kena dampak terparah virus ebola dan ikut kualifikasi Piala Afrika. Namun cuma Guinea yang akhirnya dapat tiket ke putaran final - meski di sepanjang babak kualifikasi mereka dilarang menggelar laga kandang.
Siapa Kandidat Juara?
Aljazair dianggap menjadi salah satu kandidat kuat untuk jadi juara. Selain karena menjadi negara Afrika dengan rangking FIFA tertinggi, mereka juga tampil oke di Piala Dunia lalu dengan mengukir rekor lolos untuk kali pertama ke babak 16 besar. Penampilan tim berjuluk 'Rubah Gurun' itu juga meyakinkan di kualifikasi dengan meraih lima kemenangan dari enam laga yang dijalani.
Tiga pemain yang menjadi pilar utama mereka - yang dijuluki 'trio emas' - adalah playmaker Porto Yacine Brahimi, Sofiane Feghouli (Valencia) dan Islam Slimani (Sporting Lisbon).
Namun Aljazair dapat tantangan berat karena mereka tergabung dalam grup neraka bersama Ghana, Senegal dan Afrika Selatan di Grup C.
Tim lain yang diunggulkan adalah Pantai Gading. Mereka punya nama-nama besar yang merumput di Eropa seperti Yaya Toure, Didier Drogba dan Gervinho. Namun kekalahan Pantai Gading oleh Zambia di final 2012 menunjukkan kalau kejutan-kejutan bisa terjadi di event tersebut.
Meski Pantai Gading dan Ghana dianggap sebagai tim paling kuat dengan pemain individu yang mumpuni, faktanya mereka sudah sangat lama tidak menjadi juara. Pantai Gading sudah 20 tahun lebih tak mengangkat trofi kampiun sementara Ghana lebih lama lagi karena terakhir mereka jadi juara adalah pada 1982.
(din/rin)










































