Dalam pertandingan final yang dilangsungkan Sabtu (31/1/2015), Australia memetik kemenangan 2-1 atas Korea Selatan lewat babak perpanjangan waktu.
"Saat ini saya sulit berkata-kata, saya cuma super bangga ke semua pihak... saya tak bisa lebih gembira lagi. Keberanian yang sudah diperlihatkan para pemain malam ini luar biasa," kata pelatih Australia Ange Postecoglou di news.com.au.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta bahwa gelar kali ini diraih saat menjadi tuan rumah untuk kali pertama di Piala Asia turut menambah kegembiraan Postecoglou. "Saya tahu semua orang di penjuru negeri ini akan bangkit dari sofanya dan tak bakal bisa tidur malam ini."
Sejak bergabung dengan AFC, Australia sudah tiga kali berpartisipasi di gelaran Piala Asia dengan memperlihatkan peningkatan. Setelah jadi perempatfinalis di 2007, mereka masuk final dan jadi runner-up di 2011, sebelum akhirnya keluar sebagai juara tahun ini.
"Semoga sedari sekarang timnas Aussie kami bisa mengincar (kesuksesan) di (level) dunia," tegas Postecoglou, mantan bek timnas Australia yang lahir di Yunani 49 tahun lalu.
Persaingan di level dunia tentu saja jauh lebih sengit. Apalagi sejauh ini capaian terbaik Australia di Piala Dunia baru sampai babak 16 besar pada 2006 dengan tiga keikutsertaan lain diakhiri di fase grup--termasuk dua gelaran terakhir. Namun, predikat jawara Asia sangat mungkin akan mendorong Australia untuk berusaha lebih keras lagi guna mewujudkan impian berikutnya.
(krs/krs)










































