Atas ketidakmampuannya menjadi tuan rumah, Federasi Sepakbola Maroko (FRMF) juga didenda 1 juta dolar AS (sekitar Rp 12,6 miliar) dan diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar 8,05 juta euro (sekitar Rp 114 miliar) kepada Konfederasi Afrika (CAF) dan rekan-rekannya.
Maroko sebelumnya sudah sempat meminta agar turnamen itu diundur setahun sampai merebaknya wabah Ebola di Afrika barat bisa ditanggulangi. Pada prosesnya Piala Afrika tahun ini pun dipindahkan ke Guinea Ekuatorial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jary juga telah dihukum tak boleh terlibat dalam seluruh aktivitas CAF usai menuduh organisasi itu bias. CAF menegaskan Jary harus minta maaf atau menyerahkan sebuah surat berisikan bukti nyata yang tak terbantahkan untuk mendukung klaimnya. Tunisia pun saat ini sudah mendapat denda sebesar 50 ribu dolar AS. Demikian seperti diwartakan Reuters.
Sementara itu Sports Mole memberitakan bahwa Federasi Sepakbola Guinea Ekuatorial telah didenda sebesar 65 ribu poundsterling setelah para suporter tuan rumah sempat rusuh dalam kekalahan 0-3 atas Ghana di laga semifinal.
(krs/krs)











































