Bahas Aksi Mengomel Ibra, Blanc pun Singgung Kinerja Wasit

Bahas Aksi Mengomel Ibra, Blanc pun Singgung Kinerja Wasit

- Sepakbola
Senin, 16 Mar 2015 14:41 WIB
Bahas Aksi Mengomel Ibra, Blanc pun Singgung Kinerja Wasit
AFP/Franck Fife
Paris - Kekalahan Paris Saint-Germain atas Bordeaux membuat Zlatan Ibrahimovic mencak-mencak mengomentari kinerja wasit. Pelatih PSG Laurent Blanc menilai omelan itu ada benarnya.

PSG kalah 2-3 di markas Bordeaux, Minggu (15/3/2015), dalam partai pekan ke-29 Ligue 1. Hasil tersebut diterima dengan buruk oleh Ibra yang membuat dua gol di laga itu.

Dalam perjalanan menuju ruang ganti, ia tertangkap kamera sempat melontarkan keluhan langsung di hadapan wasit Lionel Jaffredo, sebelum kemudian berlalu seraya masih ngomel-ngomel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Omelan Ibra tersebut lalu ramai dibicarakan, pertama karena pilihan kata-katanya yang cenderung kasar dan kedua karena si penyerang asal Swedia dinilai sudah ikut mencela Prancis tempatnya merumput saat ini.

Pada prosesnya Ibra minta maaf kepada Prancis dan orang-orangnya, seraya menegaskan bahwa ketika itu ia cuma mau membahas penampilan wasit, bukan mencaci Prancis. Blanc memang tak terkesan dengan pilihan kata-kata Ibra, tetapi menilai argumentasi pemainnya itu bukan tidak berdasar.

"Saat kalian (media) sedang kesal, tidak ada mikrofon di sekeliling kalian. Ada konteksnya (dalam omelan Ibra). Kami banyak membicarakan mengenai wasit. Menurut saya kami terlalu banyak membicarakannya," tutur Blanc seperti dilansir Soccerway.

"Tapi saya sering melihat statistik usai pertandingan dan walaupun penguasaan bola yang lebih superior dari lawan, meski tidak demikian di pertandingan ini (lawan Bordeaux), PSG malah punya kartu kuning lebih banyak dari tim lawan," bebernya.

Dalam catatan Soccerway, PSG musim ini memiliki rata-rata penguasaan bola sebesar 61% yang merupakan jumlah tertinggi di antara klub-klub lain. Tetapi Les Parisiens di saat yang sama juga menempati posisi delapan tim peraih kartu kuning terbanyak dengan 47 kartu. Diargumentasikan bahwa tim dengan penguasaan bola biasanya akan memiliki kartu kuning lebih sedikit karena tim yang menjadi lawan lazimnya akan lebih sering melakukan pelanggaran akibat dipaksa bertahan.



(krs/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads