Dua pemain itu tentunya adalah Branislav Ivanovic dan Giorgio Chiellini yang merupakan dua korban terakhir dari gigi Suarez. Selain itu ada juga eks pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal, yang jadi korban pertama Suarez.
Di insiden kedua dengan Ivanovic, saat itu bek Chelsea itu terlihat memang tengah me-marking ketat Suarez di kotak penalti dan tiba-tiba saja Suarez menggigit lengan Ivanovic, yang kontan mengundang reaksi dari Ivanovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu yang terakhir adalah di Piala Dunia 2014 pada laga fase grup antara Italia kontra Uruguay. Sepanjang laga Chiellini memang ditugasi menjaga Suarez, yang di laga sebelumnya bikin dua gol ke gawang timnas Inggris, dan berhasil membuat pemain 28 tahun itu frustrasi.
Puncaknya adalah ketika di pertengahan babak kedua Suarez tiba-tiba menggigit bahu Chiellini dalam sebuah duel di kotak penalti. Chiellini melontarkan protes kepada wasit tapi tak ada hukuman apapun pada Suarez.
Setelahnya FIFA kemudian menjatuhi sanksi berat yakni Suarez dilarang ikut aktivitas sepakbola selama empat bulan plus skorsing sembilan pertandingan kompetitif bersama Uruguay.
Soal dua insiden tersebut Suarez menilai wajar jika orang-orang menyalahkan dirinya. Namun dia juga menyoroti aksi-aksi provokasi yang dilakukan lebih dulu oleh Ivanovic maupun Chiellini.
"Saya punya orang-orang yang membantu saya untuk mengatasi sebuah masalah," ujar Suarez dalam wawancara dengan Cadena Cope seperti dikutip Football Italia.
"Beberapa orang menyalahkan saya atas kejadian, beberapa pasti juga menyalahkan bek yang memprovokasi saya," sambungnya.
"Contohnya Chiellini dan (Branislav) Ivanovic, adalah dua bek yang selalu mengganggu anda, lagi, lagi, dan lagi."
"Mereka sangat mengganggu, tapi itu yang terjadi ketika saya memprovokasi bek-bek. Kini saya lebih baik menghindar saja sebelum terlibat duel dengan mereka," demikian dia.
(mrp/cas)










































