Sepi Penonton dan Klub-klub Bermasalah, Liga Singapura Terancam Bubar

Sepi Penonton dan Klub-klub Bermasalah, Liga Singapura Terancam Bubar

- Sepakbola
Kamis, 23 Apr 2015 08:27 WIB
Sepi Penonton dan Klub-klub Bermasalah, Liga Singapura Terancam Bubar
AFP/MOHD FYROL
Singapura - Masalah pelik sedang menimpa persepakbolaan Singapura ketika Liga Singapura (S-League) terancam dibubarkan karena persoalan keuangan klub-klub peserta serta menurunnya antusiasme penonton.

Hal itu dikatakan oleh perwakilan 10 klub S-League yang mengadakan pertemuan di Stadion Jalan Besar hari Senin kemarin, seperti dikutip dari Strait Times. Para pemilik klub mengeluhkan kualitas kompetisi yang kian turun dari musim ke musim.

Musim ini saja hanya ada 10 klub yang mengikuti liga setelah awalnya ada 12 peserta. Satu klub bubar karena persoalan dana dan dua lainnya melakukan merjer, di mana 10 sisanya terus mendapat subsidi 800 ribu dollar singapura per musimnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini pula yang membuat sejumlah klub sekaligus operator kompetisi kesulitan mendatangkan sponsor. Wajar jika kemudian para petinggi klub tersebut meminta salah satu opsi adalah liga dibubarkan.

Selain itu mereka juga mengkritik Federasi Sepakbola Singapura (FAS) yang lebih memprioritaskan Lions XII, tim berisi pemain pilihan berusia di bawah 23 tahun, yang bermain di Liga Super Malaysia serta rencana pembentukan ASEAN Super League musim depan.

Para pemilik mengaku sulit mendapatkan pemain-pemain terbaik Singapura, karena para pemain tersebut diprioritaskan membela Lions XII atau The Young Lions -- timnas U-23 Singapura yang juga mengikuti S. League.

Singapura juga akan mendapatkan jatah dua tim di Asean Super League yang direncanakan bergulir tahun depan.

"Bahkan pelatih tim nasional kami pernah berkata bahwa ia tak lagi menyaksikan pertandingan-pertandingan S. League. Jadi, kami meminta kepada FAS bahwa harus ada perubahan," kata seorang pemilik klub seperti dikutip Reutes.

"Kami lelah selalu mencari sponsor dan membujuk para penggemar, sementara FAS hanya berkonsentrasi kepada Lions XII dan Liga Super Asean," sambungnya.

Para pemilik klub khawatir bahwa kehadiran dua klub tersebut akan merebut pemain terbaik di Liga Singapura, yang rata-rata jumlah penontonnya merosot ke angka 500 dalam beberapa pertandingan musim ini.

Para penggemar bola di negara tersebut telah memalingkan mukanya dari sepakbola lokal. Sementara itu timnas Singapura terperosok di peringkat ke-162 FIFA, atau peringkat terburuk mereka sepanjang sejarah, setelah gagal mempertahankan gelar juara Piala AFF 2014 lalu.

Para penonton kemudian lebih memilih menonton Liga Inggris untuk memenuhi kebutuhan akan pertandingan sepakbola yang bermutu.

"Liga di Thailand dan Malaysia semakin meningkat, sementara standar negara-negara kecil seperti Guam dan Kamboja semakin mendekati kami," kata seorang pemilik klub lainnya yang namanya tak mau disebutkan.

"Jika hal ini tak bisa mendorong kami untuk berteriak meminta perubahan, maka saya tak tahu lagi apa yang bisa melakukannya."

(mrp/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads