Pada Rabu (27/5/2015) waktu setempat, sejumlah pejabat tinggi FIFA ditangkap oleh FBI yang bekerja sama dengan otoritas Swiss di sebuah hotel di Zurich. Dugaan kasusnya berkaitan dengan penggelapan pajak, penyalahgunaan wewenang, pengaturan bidding tuan rumah Piala Dunia, sampai penyelewengan hak siar pertandingan dalam 20 tahun terakhir.
Penangkapan ini hanya terjadi dua hari sebelum kongres pemilihan presiden FIFA digelar di mana Blatter akan kembali maju sebagai kandidat. Namun, dengan mencuatnya kasus ini kongres terancam dimundurkan.
"Ini adalah sebuah waktu yang sulit untuk sepakbola, fans, dan FIFA sebagai sebuah organisasi. Kami memahami kekecewaan yang dirasakan dan saya tahu bahwa kejadian pada hari ini akan berdampak pada bagaimana cara orang memandang kami," bunyi keterangan resmi Blatter.
"Sudah semestinya kami menyambut investigasi dari otoritas Amerika Serikat dan Swiss dan percaya bahwa hal itu akan memperkuat langkah-langkah yang diambil FIFA untuk membasmi setiap penyelewengan dalam sepakbola."
"Sementara akan ada banyak orang yang frustrasi dengan kecepatan perubahan ini, saya ingin menekankan bahwa aksi-aksi yang sudah kami ambil akan tetap begitu," sambung Blatter yang dilansir Sky Sports.
"Saya jelaskan lagi: tindakan seperti itu tidak memiliki tempat di sepakbola dan kami akan memastikan pihak yang terlibat akan dikeluarkan dari permainan. Menyusul peristiwa hari ini Komite Etik independen - mengambil langkah cepat untuk menjatuhkan larangan terlibat dalam aktivitas sepakbol apapun kepada mereka yang disebut oleh otoritas, baik di level nasional ataupun internasional."
"Kami akan terus bekerja dengan pihak terkait dan kami akan bekerja sangat-sangat keras di dalam FIFA untuk memberantas penyelewengan apapun demi mendapatkan kembali kepercayaan Anda dan memastikan sepakbola bebas dari kejahatan," pungakas Blatter.
(Okdwitya Karina Sari/Kris Fathoni W)











































