Sponsor-sponsor Tekan FIFA Lakukan Perubahan

Sponsor-sponsor Tekan FIFA Lakukan Perubahan

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Kamis, 28 Mei 2015 13:01 WIB
Sponsor-sponsor Tekan FIFA Lakukan Perubahan
Getty Images Sport/Philipp Schmidli
Jakarta - Sponsor-sponsor FIFA turut buka suara terkait kasus yang sedang menjerat organisasi tertinggi sepak bola dunia itu. Mereka menyuarakan agar dilakukan perubahan dan perbaikan.

Seperti telah ramai diberitakan, FIFA tengah terjerat kasus suap, korupsi, dan pencucian uang. Tujuh orang pejabat FIFA, dari total 14 orang yang didakwa dalam kasus ini, ditangkap di Swiss Rabu (27/5/2015) waktu setempat. Penangkapan ini terjadi hanya dua hari jelang kongres dan pemilihan presiden FIFA pada Jumat (29/5).

Kejadian ini jelas mencoreng tebal muka FIFA. Penegak hukum dari Amerika Serikat menyebut bahwa kecurangan sudah dilakukan organisasi tersebut bertahun-tahun, dengan ajang Piala Dunia menjadi salah satu komoditas utamanya.

Kasus ini tak ayal turut menyeret citra dari para sponsor FIFA. Berbondong-bondong mereka mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini. Visa salah satu yang memberikan peringatan keras, menekan FIFA untuk melakukan perubahan.

"Penting bagi FIFA untuk melakukan perubahan sekarang. Jika FIFA gagal melakukan itu, kami telah menginformasikan kepada mereka bahwa kami akan meninjau kembali kerja sama kami," kata Visa sebagaimana dikutip CNN.

Coca-Cola dan McDonald's (McD) juga menyuarakan perhatian mereka. Coca-Cola menyebut bahwa kontroversi ini telah menodai misi dan cita-cita Piala Dunia FIFA. Mereka juga mengaku telah berulang kali mengungkapkan perhatian terhadap tuduhan-tuduhan serius ini.

Sementara McD terus menjalin kontak dengan FIFA dan memantau dengan cermat perkembangan situasinya. Mereka menegaskan bakal mengambil sikap sangat serius terkait persoalan etika dan korupsi.

Adidas, salah satu sponsor penting dan terbesar FIFA, juga menuntut dilakukannya pembenahan. Perusahaan asal Jerman itu sudah bekerja sama dengan FIFA selama lebih dari 40 tahun dan menjadi bagian penting penyelenggaraan Piala Dunia.

"Grup Adidas berkomitmen secara penuh untuk menciptakan sebuah kultur yang mempromosikan standar tertinggi dalam hal etika dan kepatuhan, dan kami menuntut hal yang sama dari rekan-rekan kami," ujar Adidas.

"Adidas mendorong FIFA untuk terus membangun dan mengikuti standar kepatuhan terhadap keterbukaan dalam segala hal yang mereka lakukan."

Suara yang sama diungkapkan induk perusahaan Budweiser, Anheuser-Busch (AHBIF). Mereka menuntut FIFA menjaga standar etika dan bekerja dengan transparansi. Untuk saat ini AHBIF akan memantau situasi dengan saksama.

FIFA diperkirakan menerima total sekitar 1,6 miliar dollar AS dari sponsor-sponsor besarnya selama periode empat tahunan, sebagaimana dihitung oleh sebuah firma bernama IEG. Visa dan Adidas diyakini membayar rata-rata 32 juta dollar AS per tahun, sementara Coca-Cola, McD, dan Budweiser menyumbang rata-rata 19 juta dollar masing-masing.

Sementara perusahaan-perusahaan tersebut menekan FIFA melakukan perubahan ke arah positif, satu nama lain justru diduga terseret pusaran kasusnya. Nike disebut-sebut jadi salah satu yang terlibat langsung dalam penyuapan terhadap FIFA.

Dalam surat dakwaan yang dikeluarkan jaksa AS, sembilan ofisial FIFA dan lima Eksekutif Bidang Media Olah Raga dan Promosi dituding menerima suap lebih dari 150 juta dollar AS selama lebih dari 24 tahun. Dalam surat dakwaan itu pula dikatakan bahwa pada 1996, sebuah perusahaan olah raga yang tak teridentifikasi di dokumen pengadilan setuju membayar 160 juta dollar AS selama 10 tahun untuk menjadi penyuplai tim nasional Brasil.

Hal ini mengarah ke Nike sebagai sponsor timnas Brasil. Dalam dakwaan dikatakan bahwa perusahaan itu menyepakati persyaratan keuangan yang tidak ada di kontrak awal, yang mana termasuk membayar tambahan 40 juta dollar AS untuk sebuah agen pemasaran timnas dengan sebuah akun bank Swiss. Angka itu disebutkan sebagai 'biaya pemasaran'.

Lantas apa kata Nike? Mereka menegaskan menolak segala bentuk kecurangan baik dalam bisnis maupun olahraga, serta bakal bekerja sama secara penuh dengan pihak penegak hukum.

"Seperti para penggemar di manapun, kami dengan penuh gairah peduli terhadap pertandingan dan prihatin dengan tuduhan yang sangat serius ini. Nike percaya dengan etika dan fair play baik di bisnis maupun olah raga, dan sangat menentang segala bentuk manipulasi atau penyogokan. Kami sejauh ini sudah bekerja sama dan akan terus demikian dengan otoritas," ujar Nike dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

(Rifqi Ardita Widianto/Doni Wahyudi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads