Jika Terbukti Bersalah, Pejabat FIFA Bisa Dipenjara 20 Tahun

Jika Terbukti Bersalah, Pejabat FIFA Bisa Dipenjara 20 Tahun

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 29 Mei 2015 11:36 WIB
Jika Terbukti Bersalah, Pejabat FIFA Bisa Dipenjara 20 Tahun
Getty Images/Sean Drakes/LatinContent
Sydney - Para pejabat teras FIFA yang ditangkap bakal mendapat hukuman berat seandainya mereka terbukti bersalah melakukan tindak korupsi dan pencucian uang. Hukuman maksimal 20 tahun sudah menunggu Jeffrey Webb dan koleganya.

Tujuh pejabat tinggi FIFA dicokok penegak hukum AS yang bekerja sama dengan otoritas Swiss, jelang kongres dan pemilihan presiden periode selanjutnya di organisasi sepakbola tertinggi itu. Total ada 14 orang yang didakwa terlibat kasus suap, korupsi, dan pencucian uang.

Salah satu dari tujuh orang yang ditangkap di Swiss itu disnyalir terlibat dengan kegagalan Australia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, yang akhirnya dimenangi oleh Qatar. Seseorang yang belum dipastikan namanya itu diduga melakukan penipuan, pemerasan, dan kejahatan pencucian uang.

Pihak AS sendiri masih berupaya memenuhi semua persyaratan guna menarik kesemua tahanan tersebut ke wilayah otoritasnya untuk tindakan lebih lanjut. Pihak Amerika menuduh para petinggi FIFA ini menerima suap lebih dari 150 juta dollar AS.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia yang melansir Sports Fan Australia, jika para petinggi FIFA itu terbukti bersalah dalam pengadilan, maka mereka terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.

Sementara itu, pihak berwenang di Swiss pun akhirnya melakukan penyelidikan terkait suap dalam proses penunjukkan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 di Rusia dan Qatar. Investigasi Swiss diharapkan juga dapat mengungkap suap yang melibatkan federasi sepak bola Australia (FFA).

Pihak Australia disinyalir telah mengeluarkan dana sebesar 46 juta dollar Australia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun ternyata Australia hanya mendapat satu suara.

Tuduhan pemerasan atas uang yang dikeluarkan FFA ini mengarah pada Jack Warner. Warner dianggap sebagai biang pemerasan dan kekalahan Australia dalam pemungutan suara tersebut.

Warner yang mantan wakil presien FIFA itu ditangkap dan dikenakan delapan tuduhan korupsi. Warner sendiri telah membantah hal tersebut. Namun kedua putra Warner telah diputuskan bersalah untuk kasus yang sama.

Foto: Jack Warner, eks wakil presiden FIFA yang ditangkap atas tuduhan korupsi.

(Mohammad Resha Pratama/Meylan Fredy Ismawan)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads