Awal tahun ini sebenarnya Selandia Baru bersama 10 negara anggota Federasi Sepakbola Oseania (OFC) sudah menyatakan dukungannya kepada Blatter.
Namun, penangkapan sejumlah petinggi FIFA di Swiss kemarin yang diduga terlibat kasus korupsi, penyuapan, dan cuci uang, membuat salah satu anggotanya, Selandia Baru, akhirnya berpikir ulang melihat kondisi FIFA saat ini.
Apalagi kasus tersebut terjadi sehari sebelum digelarnya Kongres FIFA sekaligus pemilihan presiden periode 2015-2019 di Zurich, Jumat (29/5).
Dalam rapat Komite Eksekutif federasi sepakbola Selandia Baru di Auckland, dikeluarkan keputusan bahwa mereka menarik dukungan kepada Blatter, yang dinilai tidak mampu menjaga lagi nama baik FIFA di mata dunia.
Secara resmi Selandia Baru menyatakan akan mendukung lawan Blatter, Pangeran Ali, dalam pemilihan presiden nanti.
"Melihat perkembangan dalam 48 jam terakhir - di mana itu membuat seluruh pecinta sepakbola merasa sangat kecewa - Federasi Sepakbola Selandia Baru yakin bahwa harus ada perubahan besar-besaran di FIFA secepanya untuk memulihkan reputasi mereka," ujar presiden NZF, Mark Aspden, seperti dikutip Soccerway.
"Komite Eksekutif yakin perubahan nyata hanya bisa dilakukan jika ada presiden baru, dan oleh karenanya kami mengalihkan dukungan untuk Pangeran Ali bin Al-Hussein."
Tak diketahui bagaimana sikap dari negara-negara Oseania lainnya. Meski FIFA sedang terlibat kasus saat ini, Blatter diyakini kuat bakal terpilih kembali untuk enam periode beruntun sebagai presiden FIFA.
(Mohammad Resha Pratama/Andi Abdullah Sururi)











































