"Jika seluruh (anggota UEFA) mengatakan itu, dan seluruh dunia ingin melakukan hal yang sama, saya pikir itu hal yang tepat untuk dilakukan," ungkap Presiden FA, Greg Dyke, dalam wawancaranya dengan Radio BBC.
Tentangan pada Blatter yang kembali maju dalam pemilihan presiden FIFA semakin besar dalam beberapa hari terakhir. Diawali tertangkapnya beberapa pejabat tinggi FIFA, beberapa negara terutama di Eropa kemudian menyatakan menentang pencalonan kembali Blatter.
Presiden UEFA, Michel Platini, menyebut negara-negara Eropa membuka peluang untuk melakukan boikot pada Piala Dunia 2018. UEFA dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Berlin pekan depan untuk membahas hal tersebut.
"Tidak ada artinya jika cuma satu atau dua negara yang mengatakan tidak akan ikut (Piala Dunia) karena mereka (FIFA) akan terus melaksanakan turnamen dan itu tak adil untuk fans. Tapi jika UEFA sebagai grup menyatakan 'jika masalah ini tidak dibereskan kami tidak akan pergi ke Piala Dunia' maka saya pikir kami akan ikut mereka," lanjut Dyke seperti dikutip dari Reuters.
"Event yang terjadi pekan ini sangat penting. Pernyataan Mr Blatter kemarin yang pada intinya dia bilang 'serahkan semuanya pada saya untuk membereskan ini semua', tidak ada yang percaya dengan hal itu. Dan saya pikir itu bukan hal yang menyenangkan buatnya saat penuntut umum di Amerika Serikat bilang ini semua baru awal," lanjut dia.
Meski muncul kegaduhan besar setelah beberapa pejabat FIFA ditangkap, Dyke meyakini Blatter tetap akan memenangi pemilihan presiden. Namun dia memprediksi Blatter tidak akan bertahan sampai masa jabatannya habis.
"Saya pikir semuanya sudah berakhir untuk Blatter, tidak penting dia menang atau kalah. Saya harap dia tidak menang, tapi jika dia menang saya pikir apa yang terjadi pekan ini (penangkapan) mengurangi figur dirinya (Blatter) dan saya tidak melihat dia bisa bertahan satu atau dua tahun," tuntas Dyke.
Kongres FIFA saat ini tengah berlangsung di Zurich, Swiss. Dalam beberapa menit ke depan proses pemilihan presiden baru akan dilakukan.
Eropa selama ini selalu dapat jatah terbesar di Piala Dunia. Pada Brasil 2014 lalu ada 13 negara Eropa berpartisipasi, dibandingkan 4 dari AFC, 5 dari CAF, 4 dari CONCACAF, dan 6 dari CONMEBOL.
(Doni Wahyudi/Meylan Fredy Ismawan)











































