Blatter mengumumkan pengunduran dirinya pada sebuah konferensi pers yang berlangsung di Zurich, Swiss, Selasa (2/6/2015). Keputusannya mengundurkan diri itu tidak sampai seminggu setelah terpilih menjadi presiden FIFA untuk yang kelima kalinya.
"Mandat saya tidak sepenuhnya didukung oleh semua pihak. Saya akan menghelat Kongres Luar Biasa untuk memilih pengganti saya sebagai presiden," ujarnya seperti dilansir Guardian.
Menurut Kompany, mundurnya Blatter tidak berarti masalah di FIFA selesai. Masih dibutuhkan transparansi dan reformasi, termasuk dalam urusan voting untuk pengambilan keputusan, untuk memperbaiki FIFA.
"Blatter bukanlah satu-satunya yang bertanggung jawab, yang lainnya juga harus ikut," tulis Kompany lewat akun Twitter-nya.
"Transparansi dan reformasi dalam melakukan voting perlu dilakukan, baru kita bisa melangkah dan mengembalikan etika di sini. #FIFA."
FIFA tengah guncang setelah beberapa petingginya ditangkap FBI terkait kasus suap dan korupsi. Para petinggi FIFA itu ditangkap di sebuah hotel di Zurich beberapa hari sebelum pemilihan presiden FIFA pekan lalu.
Baru-baru ini, Sekjen FIFA, Jerome Valcke, juga diduga terkait kasus suap senilai 10 juta dolar AS untuk mengamankan Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010. Namun, Valcke sudah membantahnya.
(Rossi Finza Noor/Kris Fathoni W)











































