Jerome Valcke Menyebut Dirinya Tidak Bersalah

Jerome Valcke Menyebut Dirinya Tidak Bersalah

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Kamis, 04 Jun 2015 03:56 WIB
Jerome Valcke Menyebut Dirinya Tidak Bersalah
AFP/Olga Maltseva
Paris - Sekjen FIFA, Jerome Valcke, bersikukuh dirinya tidak bersalah meski tengah dililit dugaan kasus suap senilai 10 juta dolar AS. Dia juga menyatakan bahwa dirinya tak akan mundur dari posisinya sebagai Sekjen FIFA.

Dalam sebuah laporan yang ditulis oleh New York Times, Valcke disebut melakukan sejumlah transfer untuk petinggi-petinggi FIFA lainnya pada tahun 2008. Salah satunya adalah transfer senilai 10 juta dolar AS kepada eks wakil Presiden FIFA, Jack Warner.

Transfer tersebut menjadi salah satu pangkal penyelidikan yang dilakukan FBI belakangan ini --yang lantas berujung pada penangkapan sejumlah petinggi FIFA pekan lalu. Warner disebut menerima uang dari Valcke tersebut untuk mengamankan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Dugaan tersebut sudah dibantah oleh Valcke. Dia sendiri menyebut bahwa uang yang ditransfernya itu merupakan dana untuk melakukan pengembangan sepakbola di Karibia.

Baru-baru ini, kepada radio France Info, Valcke kembali menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk dirinya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Sekjen FIFA.

"Tidak ada alasan buat saya untuk mengatakan bahwa saya harus mundur dari jabatan sebagai Sekjen menyusul kejadian baru-baru ini," ujarnya.

"Saya tidak melakukan cela dan tidak merasa melakukan sesuatu yang salah. Oleh karenanya, tidak perlu juga menyatakan bahwa saya tidak bersalah."

Ini bukanlah kontroversi pertama yang berkaitan dengan Valcke selama dia bekerja untuk FIFA. Pada 7 Desember 2006, sebuah pengadilan di New York menyatakan Valcke berbohong tentang perannya sebagai direktur marketing dalam negosiasi sponsorship dengan VISA, yang merupakan rival utama dari Mastercard, yang sudah lama menjadi partner FIFA. Akibatnya, FIFA dihukum denda sebesar 60 juta dolar.

Valcke tetap merasa tidak bersalah dari kasus tersebut, tapi kemudian dibebastugaskan bersama tiga karyawan lain oleh FIFA. Dalam pernyataan resminya pada 12 Desember 2006, FIFA mengatakan, "negosiasi-negosiasi itu telah melanggar prinsip-prinsip bisnis kami ... FIFA tak bisa menolerir tindakan seperti itu dari karyawannya". FIFA akhirnya "berdamai" dengan Visa dan Mastercard dengan biaya 90 juta dolar.



(roz/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads