Pada pekan lalu, sejumlah petinggi FIFA ditangkap polisi di sebuah hotel mewah di Zurich, Swiss. Penangkapan mereka terkait dugaan korupsi senilai lebih dari 100 juta dolar AS.
Meski para petinggi FIFA ditangkap, Sepp Blatter tetap maju dalam pemilihan presiden periode 2015-2019. Karena pesaingnya, Pangeran Ali bin Al Hussein, mengundurkan diri, Blatter pun secara otomatis terpilih.
Namun, hanya empat hari setelah terpilih, Blatter secara mengejutkan mengumumkan rencana pengunduran dirinya. Alasan Blatter di balik keputusannya itu masih jadi misteri meski banyak pihak yang menduga hal itu berkaitan dengan tuduhan korupsi yang mengarah ke FIFA dan dirinya.
"Beberapa hal yang kita tahu sekarang terjadi adalah hina, tak bisa diterima, dan mengerikan untuk permainan yang sangat kita cintai," tutur Beckham kepada Sky Sports News HQ.
"Sepakbola tidak dimiliki oleh beberapa individu di pucuk pimpinan. Sepakbola adalah milik jutaan orang di seluruh dunia, yang mencintai olahraga ini," imbuhnya.
"Ini adalah saatnya bagi FIFA untuk berubah dan kami harus menyambutnya," kata Beckham.
(mfi/raw)











































