Sejak melakoni debut pada 2010, Wilshere belum pernah sekali pun mencetak gol untuk timnas Inggris. Baru pada akhir pekan lalu, ketika Inggris menghadapi Slovenia di Ljubljana, Wilshere bisa menyumbang gol. Tidak tanggung-tanggung, gelandang berusia 23 tahun itu langsung mencetak dua gol sekaligus.
Oleh manajer Inggris, Roy Hodgson, Wilshere dimainkan sebagai gelandang bertahan, berdiri di belakang Jordan Henderson dan Fabian Delph. Tidak disangka olehnya, perubahan posisi --dari sebelumnya sebagai gelandang tengah-- tersebut malah memudahkannya untuk mencetak gol.
Dengan menjadi gelandang bertahan, Wilshere jadi tidak sering-sering maju membantu serangan. Dia baru naik ketika ada kesempatan, dan jadi pemain paling akhir yang tiba di area pertahanan lawan.
Tidak mengherankan jika kemudian kedua gol yang dicetaknya ke gawang Slovenia berasal dari tendangan jarak jauh.
"Bagian paling penting dari peran ini adalah ketika tim kami melakukan serangan, sayalah yang melapisnya," ujar Wilshere seperti dilansir Soccerway.
"Pada fase itu, saya tidak bertahan, melainkan berjaga-jaga dan berusaha menghentikan serangan balik. Pada dasarnya, saya harus membaca ke mana arah bola bakal bergerak," kata Wilshere.
Dengan bantuan dua gol dari Wilshere, Inggris menang 3-2 atas Slovenia. Satu gol lainnya dari The Three Lions dicetak oleh Wayne Rooney.
Berkat kemenangan tersebut, Inggris masih memimpin klasemen Grup E kualifikasi Piala Eropa 2016 dengan nilai 18. Mereka unggul enam poin atas Swiss yang ada di posisi kedua.
(roz/rin)











































