Saat menikmati musim yang cemerlang dengan Barcelona dan pujian setinggi langit dari Ronaldinho, bintang sepakbola Brasil, Neymar, malah menuai kontroversi. Hal yang diwanti-wanti oleh Xavi Hernandez.
Pesepakbola berusia 23 tahun itu menerima kartu merah saat Brasil dikalahkan Kolombia 0-1 di lanjutan pertandingan Grup C pagi ini (18/8). Saat laga sudah dinyatakan berakhir oleh wasit, Neymar yang menyandang ban kapten tim Samba justru melakukan tindakan bodoh sehingga bikin para pemain kubu lawan marah.
Neymar menendang bola yang mengenai punggung Pablo Armero sebelum akan menanduk pencetak gol Kolombia Jeison Murillo. Pemain pengganti Carlos Bacca juga diganjar kartu merah usai membalas Neymar dengan mendorongnya keras-keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat saja statistiknya: Neymar sudah mengemas 44 gol dalam 64 penampilannya di timnas. Eks pemain Santos itu kini menduduki peringkat kelima topskorer Brasil dengan jarak 23 gol dari rekor terbanyak yang dipegang Pele (77 gol). Di usianya yang masih muda, Neymar diyakini bisa menyamai atau bahkan melampaui sang legenda.
Sedangkan di level klub, Neymar sedang menikmati performa terbaiknya. Setelah sukses besar di Santos, Neymar berhasil membawa Barcelona meraih Treble di akhir musim 2014-15 dan sudah menyumbang total 39 gol atau 54 gol selama berkarier di Catalan.
"Dia berada dalam jalan menuju sejarah. Ketika aku tiba di Barcelona, klub itu tidak memenangi apapun untuk beberapa waktu," kata pemain legendaris Brasil Ronaldinho di Sport. "Barca ingin berubah dan membuka pintu menuju kesuksesan baru. Ronaldo, Rivaldo, Romario pernah bermain di Barca dan meninggalkan jarak untuk seorang pemain Brasil."
"Sekarang aku yakin bahwa Neymar akan melanjutkannya, dan dia ingin bisa lebih baik lagi dari generasiku. Secepatnya Neymar akan berubah menjadi pesepakbola terbaik di dunia. Aku yakin mendorong dia untuk mencapai target ini. Jika dia tidak bisa tahun ini, maka akan secepatnya terwujud."
Sebelum kejadian pagi ini, Neymar juga sempat membuat pemain lawan marah di laga final Copa del Rey melawan Athletic Bilbao sekitar sebulan lalu. Sampai-sampai, mantan seniornya di klub, Xavi Hernandez, menasihatinya.
Dia mesti serius memikirkan tentang bagaimana dia harus bertingkah laku (di masa depan). Aku paham dengan reaksi orang-orang terhadap aksi dia saat melawan Athletic Bilbao di Copa. Beberapa orang melihatnya sebagai tindakan yang kurang menghormati," kata Xavi belum lama ini.
"Di Brasil, hal-hal demikian bisa diterima tapi tidak sama dengan di Spanyol. Dia seharusnya merenungkan hal itu karena dia adalah orang yang luar biasa, pekerja keras, dan rendah hati," imbuh dia.
Kini, Neymar mesti berharap Brasil akan bisa lolos ke perempatfinal dan menebus kesalahannya dengan membawa timnya tampil sebagai juara Copa America 2015.
(rin/a2s)











































