Pada laga yang digelar di Santiago, Kamis (18/6/2015), Brasil takluk 0-1 di tangan Kolombia berkat gol Jeison Murillo. Uniknya, kemenangan pertama Dunga ketika ditunjuk kembali menangani Brasil juga didapat atas Kolombia pada September 2014.
Setelah kemenangan pertama tersebut, Brasil meraih 10 kemenangan beruntun, dari kemenangan 1-0 atas Ekuador sampai kemenangan 2-1 atas Peru. Dalam rentetan kemenangan tersebut, Brasil sukses menorehkan 23 gol.
Dunga bukanlah orang asing untuk timnas Brasil. Dia pernah menjadi kapten Selecao selama masih jadi pemain. Dia juga pernah menangani Brasil dari 2006 hingga 2010. Dia didepak setelah Brasil gagal di Piala Dunia 2010. Selain itu, dia juga dikritik publik Brasil lantaran memilih memainkan gaya pragmatis.
Pada masa keduanya menjadi pelatih Brasil, Dunga memilih untuk berubah. Dia masih memercayai sepakbola pragmatis, namun kali ini dia juga tidak meninggalkan unsur permainan menghibur.
Satu-satunya masalah, menurut dia, adalah ketergantungan terhadap Neymar. Pada laga melawan Kolombia, Neymar tidak mencetak gol ataupun menyumbang assist. Padahal, dalam 11 pertandingan sebelumnya, pemain depan Barcelona itu sukses menyumbang 9 gol dan 3 assist.
Kendati demikian, Dunga sebenarnya tak perlu khawatir. Permainan kolektif yang diterapkannya telah membuat 10 pemain berbeda mencetak 23 gol dalam 12 pertandingan terakhir.

(roz/a2s)











































