Ketika Bocah-bocah Brasil Bertemu Anak-anak Muda Serbia

Piala Dunia U-20

Ketika Bocah-bocah Brasil Bertemu Anak-anak Muda Serbia

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Jumat, 19 Jun 2015 13:15 WIB
Ketika Bocah-bocah Brasil Bertemu Anak-anak Muda Serbia
Getty Images
Auckland -

Sabtu, 20 Juni 2015, lapangan North Harbour Stadium, Auckland, akan menjadi ladang dari 22 anak muda untuk beradu. Siapa yang menang berhak menyandang gelar Juara Dunia untuk level U-20.

Ya, pada hari itulah kesebelasan Serbia akan berjumpa Brasil pada final Piala Dunia U-20. Setelah melalui fase kualifikasi dan fase grup, kedua timlah yang berhak memperebutkan trofi juara, yang diperebutkan tiap dua tahun sekali.

Serbia, yang lolos ke putaran final bersama dengan lima negara Eropa lainnya, mengungguli Uruguay, Mali, dan Meksiko untuk menjadi juara Grup D. Namun, tim besutan Veljko Paunovic itu mengawali langkah dengan kekalahan 0-1 dari Uruguay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru pada dua laga berikutnya Serbia bisa meraup kemenangan. Setelah menundukkan Mali 2-0, Serbia menang dengan skor yang sama atas Meksiko pada laga terakhir. Mereka pun menjadi juara grup dengan nilai 6, unggul dua poin atas Uruguay dan Mali yang juga lolos ke fase knock-out.

Perjalanan Serbia di fase gugur juga tidak semuanya mulus. Dari babak perdelapanfinal hingga semifinal, Serbia harus melewati babak tambahan ataupun adu penalti.

Di perdelapanfinal, Serbia menang 2-1 atas Hongaria lewat babak tambahan. Pada laga tersebut Serbia sempat tertinggal 0-1 lebih dulu lewat gol Bence Mervo di menit ke-57. Namun, gol dari Ivan Saponjic di menit 90+1 dan bunuh diri Attila Talaberr pada menit ke-118 membuat Serbia lolos ke perempatfinal.

Pada babak perempatfinal, Serbia bermain imbang 0-0 dengan Amerika Serikat sampai 120 menit. Laga pun diselesaikan lewat adu penalti, di mana total 18 penendang dari kedua kesebelasan terlibat. Serbia akhirnya menang 6-5 dalam babak tos-tosan tersebut.

Di semifinal, Serbia lagi-lagi harus menyelesaikan laga sampai babak tambahan. Menghadapi Mali, yang merupakan salah satu tim dengan permainan terbaik di turnamen ini, Serbia menang 2-1. Pada laga itu, Andrija Zivkovic lebih dulu membawa Serbia unggul lewat golnya di menit ke-4, sebelum Youssouf Kone menyamakan kedudukan di menit ke-39.

Langkah Serbia ke final akhirnya ditentukan oleh gol Ivan Saponjic di menit ke-101.

Brasil yang Tak Terkalahkan

Berbeda dengan Serbia, Brasil tidak terkalahkan sepanjang turnamen. Mereka menyapu bersih tiga pertandingan di fase grup dengan kemenangan.

Setelah menundukkan Nigeria 4-2 di laga pertama, tim besutan Rogerio Micale tersebut menang 2-1 atas Hongaria. Pada laga terakhir, 'Tim Samba' menundukkan salah satu wakil Asia, Korea Utara, dengan skor 3-0.

Brasil pun lolos dari Grup E dengan status juara grup. Mereka lolos dengan ditemani oleh Nigeria sebagai runner-up dan Hongaria sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Di fase gugur, Brasil harus melakoni dua pertandingan yang diakhiri dengan babak adu penalti. Kedua laga itu adalah ketika mereka menghadapi Uruguay di perdelapanfinal dan Portugal di perempatfinal. Pada kedua laga tersebut, Brasil bermain imbang 0-0 lawan-lawannya selama 120 menit.

Setelah menyingkirkan Uruguay dengan kedudukan 5-4 di babak adu penalti, Brasil menang 3-1 atas Portugal. Mereka pun menghadapi Senegal, yang melaju ke babak semifinal usai menyingkirkan Ukraina dan Uzbekistan.

Kali itu tidak ada lagi babak tambahan ataupun babak adu penalti. Dalam waktu 90 menit, Brasil menekuk Senegal lima gol tanpa balas.

Brasil pun berjumpa Serbia di partai puncak, sementara Mali dan Senegal memperebutkan tempat ketiga.

Wakil Asia Tak Banyak Bicara

Ada empat wakil dari Asia pada putaran final ini, yakni Myanmar, Qatar, Korea Utara, dan Uzbekistan. Dari keempatnya, hanya Uzbekistan yang mampu meraih kemenangan dan lolos dari fase grup. Sisanya menjadi juru kunci dari grup masing-masing.

Myanmar, yang merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara, kalah tiga kali di Grup A. Setelah kalah 1-2 dari AS, tim besutan Gerd Zeise tersebut takluk 0-6 dari Ukraina dan 1-5 dari Selandia Baru. Myanmar jadi lumbung gol. Mereka jadi juru kunci dengan jumlah kemasukan 13 gol --jumlah kemasukan terbanyak di fase grup.

Korea Utara juga tidak bisa berbuat apa-apa di Grup E. Mereka juga jadi lumbung gol dengan kemasukan 12 gol selama fase grup. Setelah dihantam 1-5 oleh Hongaria, mereka dilumat 0-4 oleh Nigeria, dan ditaklukkan 0-3 oleh Brasil.

Qatar, yang tergabung di Grup C, juga tiga kali menelan kekalahan. Kalah 0-1 dari Kolombia pada laga pembuka, Qatar kemudian dihantam Portugal 0-4 dan dikalahkan 1-2 oleh Senegal.

Hanya Uzbekistan yang punya prestasi "lumayan". Uzbekistan lolos dari Grup F dengan status runner-up --mendampingi Jerman. Meski menelan dua kekalahan, Uzbekistan mampu mengungguli Honduras dan Fiji lewat selisih gol (ketiga tim sama-sama mengoleksi nilai 3). Capaian selisih gol Uzbekistan, yakni -1, lebih baik dari Honduras (-6) dan Fiji (-7).

Uzbekistan kalah 3-4 dari Honduras dan kalah 0-3 dari Jerman. Namun, kemenangan 3-0 atas Fiji pada laga terakhir membuat mereka lolos ke babak perdelapanfinal.

Di babak perdelapanfinal, Uzbekistan berhadapan dengan Austria dan menang 2-0. Mereka pun berhak melaju ke babak perempatfinal untuk menghadapi Senegal. Baru di babak inilah tim besutan Ravshan Khaydarov itu terhenti setelah kalah 0-1 dari Senegal.



(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads