Nama Radamel Falcao termasuk ke dalam jajaran pemain top yang digadang menyemarakkan Copa America 2015. Apalagi ia juga punya reputasi sebagai penyerang ulung berkat aksi-aksinya dulu. Tapi Falcao kini belum bisa membuktikan kepiawaiannya bukan cuma ada di masa lalu.
"El Tigre" alias "Sang Harimau". Demikian Falcao juga biasa disebut. Julukan ini diberikan untuk penyerang Kolombia berusia 29 tahun tersebut berkat taring yang ia perlihatkan dalam mengoyak gawang tim-tim lawan. Setidaknya itulah yang dulu pernah ia lakukan.
Mengawali karier di klub Lanceros Boyaca pada 1999-2001, nama Falcao kemudian mencuri perhatian dan menjulang tinggi ketika dirinya membela River Plate, lalu Porto dan Atletico Madrid. Performa Falcao pada era kejayaannya ini juga membuatnya menjuarai Liga Europa dua musim berturut-turut dengan dua klub berbeda. Tapi kemudian arah kariernya berubah lagi setelah pindah ke Monaco pada awal musim 2013-14.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada prosesnya Falcao memang berhasil pulih dari cedera tersebut. Namun, ia kemudian seperti jadi sosok berbeda di atas lapangan karena tak lagi identik dengan gol. Sepanjang musim 2014-15, Falcao dipinjamkan ke Manchester United tempatnya bermain 26 kali di Premier League dan cuma membuat empat gol saja dari total 37 tembakan yang dilepaskan olehnya--rasio akurasi tembakan 55 persen.
Di Copa America kali ini raungan buas El Tigre juga sama sekali belum terdengar. Tampil dengan rambut pendek, yang membuatnya terkesan lebih rapi dari gaya rambut gondrongnya yang biasa, Falcao belum mencetak sebiji gol pun dari tiga pertandingan yang sudah dijalani dengan Kolombia.
Dalam tiga pertandingan tersebut, Falcao senantiasa jadi starter; di laga awal ia tampil penuh dan di dua laga berikutnya ditarik keluar di pertengahan babak kedua.

(foto: Reuters/Ricardo Moraes)
Sebagai rincian, Whoscored mencatat Falcao cuma membuat satu tembakan tak tepat sasaran ketika Kolombia kalah 0-1 dari Venezuela, walaupun bisa membuat satu operan kunci. Cuma satu duel udara yang ia menangi di laga ini. Di partai kedua, saat Kolombia menang 1-0 atas Brasil, Falcao cuma menebar tiga tembakan yang kesemuanya tidak mengarah ke sasaran. Ia juga hanya bisa memenangi dua duel udara dengan pemain lawan. Di partai ketiga saat berimbang tanpa gol lawan Peru, Falcao tampil sedikit lebih baik setelah melepaskan tiga tembakan dengan salah satunya berhasil mengarah akurat ke gawang lawan walaupun juga belum berbuah gol.
"Memang benar, beberapa pemain belum memperlihatkan penampilan terbaiknya, kami takkan berusaha menyembunyikan fakta itu. Tapi kami tahu bagaimana kemampuan pemain-pemain tersebut dan apa yang mereka bisa lakukan," kata Pelatih Kolombia Jose Pekerman seperti dikutip AFP, menyoal Falcao.
"Saya tahu mungkin akan sulit buat sebagian orang, tapi saya pikir penting untuk mendukung pemain yang punya talenta. Kalau kami menginginkan sebuah tim dengan identitas kuat, kami tak boleh membiarkan diri kami terpengaruh dengan tekanan untuk melakukan pergantian pemain dari satu hari ke hari lainnya," tegasnya.
Sejauh ini Pekerman memang tampak masih berupaya memberi kepercayaan kepada Falcao, walaupun keputusannya untuk tidak memainkan Falcao secara penuh di dua laga terakhir juga memperlihatkan bahwa peracik taktik asal Argentina itu juga mencoba mencari solusi alternatif.
Di sisi lain keputusan Pekerman yang sejauh ini masih menurunkan Falcao sedari menit awal, tanpa membuahkan hasil yang diinginkan, sudah membuat seorang penyerang lain di tim Kolombia meradang. Ia adalah Jackson Martinez yang sepanjang musim lalu bersama Porto sudah mencetak 67 gol di liga, 13 gol di Piala Portugal, dan 14 gol di kompetisi Eropa.
"Kalau tergantung kepada diriku, akulah yang akan ada di lapangan," ucap Martinez yang cuma masuk sebagai pemain pengganti di tiga laga Kolombia pada fase grup.
Patut dinantikan bagaimana Pekerman akan menyusun tim untuk laga berikutnya lawan Argentina di babak perempatfinal, Sabtu (27/6/2015) pagi WIB besok.
Mengingat turnamen memasuki fase hidup mati dan pertaruhan semakin besar, Pekerman niscaya harus banyak memikirkan siapa-siapa yang yang harus ia turunkan--terlebih dengan absennya Carlos Bacca, Carlos Sanchez, dan Edwin Valencia akibat cedera dan akumulasi kartu. Porsi terbesar tentu adalah apa ia akan kembali memercayai "Sang Harimau", yang belum unjuk taring lagi, atau menggantinya dengan pemain lain.
(krs/a2s)











































