Brasil harus angkat koper setelah dikalahkan Paraguay di perempatfinal. Mereka kalah 3-4 dalam drama adu penalti setelah laga berakhir imbang 1-1 di waktu normal.
Sebelumnya, Brasil juga melalui fase grup dengan tak mengesankan. Mereka butuh gol di menit akhir untuk mengalahkan Peru 2-1, kemudian kalah 0-1 dari Kolombia, sebelum akhirnya menang 2-0 atas Venezuela di partai penentuan.
Kegagalan di Copa America tahun ini membuat Brasil tak mampu meraih piala di dua turnamen besar terakhir. Tim Samba sebelumnya juga gagal di Piala Dunia 2014, di mana mereka jadi tuan rumah, usai dihancurkan Jerman 1-7 di semifinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus mengakui bahwa negara-negara lain sudah meningkat dan kami harus rendah hati dan memahami bahwa sekarang adalah waktunya bekerja. Kami tahu kami punya banyak pekerjaan di hadapan kami," imbuhnya.
Dunga ditunjuk sebagai pelatih Brasil untuk menggantikan Luiz Felipe Scolari usai perhelatan Piala Dunia tahun lalu. Tim yang dia latih sebenarnya datang ke Copa America dengan modal 10 kemenangan beruntun dalam laga ujicoba.
"Sejak awal kami tahu bahwa ini tidak akan mudah," ucap Dunga.
"Bahkan setelah serangkaian kemenangan, kami tidak puas. Kami tahu bahwa kami perlu berbenah. Sekarang adalah waktunya untuk melihat apakah sebenarnya kami bagus, apakah kami bisa bangkit, apakah kami punya kekuatan untuk bangkit," kata pelatih berusia 51 tahun itu.
(mfi/nds)











































