Chile dan Peru akan berduel di semifinal Copa America 2015. Laga itu sekaligus mencerminkan rivalitas panas di persepakbolaan Amerika Selatan, yang dibumbui dengan nuansa politik, sengketa wilayah, dan konflik abad 19. Clasico del Pacifico, begitu laga ini disebut.
Jika dirunut-runut, dalam catatan Reuters, ketegangan di laga ini bermula dari Perang Pasifik pada 1880-an. Saat itu Chile berperang melawan kekuatan gabungan dari Peru dan Bolivia. Chile keluar sebagai pemenang dan menganeksasi sebagian wilayah Peru.
Tahun lalu kedua negara juga baru saja menyelesaikan sebuah persengketaan wilayah maritim yang sebelumnya sudah berjalan selama bertahun-tahun. Tetapi saat ini kedua negara juga masih terlibat dalam sengketa batas wilayah lainnya.
Dengan nuansa tersebut, duel kedua kubu di atas lapangan sepakbola pun selalu panas. Ketika Peru datang ke Santiago untuk menghadapi Chile dalam kualifikasi Piala Dunia 1997, suporter tuan rumah memberikan siulan cibiran ketika lagu kebangsaan tim tamu dinyanyikan.
Pada laga lain di tahun 1986, Chile berhasil memimpin 3-0 di 15 menit pertama berkat penampilan buruk kiper Peru Eusebio Acasuzo. Ia lalu ditarik keluar diiringi sorakan mencela suporter Chile, "Acasuzo untuk president!". Acasuzo tak pernah lagi bermain untuk Peru.
Di tahun 1997, Chile bertandang ke Lima dengan kedua kubu sama-sama berusaha mengunci tiket Piala Dunia di Argentina satu tahun berikutnya. Peru saat itu menang 2-0 dan lolos, sedangkan Chile gagal. Pemimpin militer Peru saaat itu, Francisco Morales, lari menghambur ke dalam lapangan untuk memimpin perayaan negaranya atas tim dari negara rival.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang pemain harus siap untuk atmosfer sengit. Kami tak bisa mengharapkan Chile untuk bertepuk tangan buat kami," kata Asisten Pelatih Peru Nolberto Solano pada pekan ini.
"Ini akan menjadi sebuah pertandingan berat dan itulah yang kami antisipasi. (Tapi) Kami membicarakan tentang laga sepakbola, bukannya hendak mengenakan jaket anti peluru dan helm," lanjutnya mengenai Clasico del Pacifico tersebut.
Reuters juga menyebut bahwa sejauh ini para suporter Chile secara umum sudah menunjukkan rasa hormatnya ketika lagu kebangsaan tim lawan diperdengarkan di Copa America. Laga lawan Peru sekaligus akan menghadirkan ujian buat suporter tuan rumah.
(krs/rin)










































