Sulitnya MU Lewati Milan

Sulitnya MU Lewati Milan

- Sepakbola
Senin, 21 Feb 2005 14:41 WIB
Jakarta - Pertemuan Manchester United versus AC Milan tak pelak merupakan salah satu big match terpenting Liga Champions musim ini. Dari sedikit perjumpaan mereka, MU selalu kesulitan mengatasi tim elit Italia itu.Sepanjang sejarah keiikutsertaannya di kejuaraan Eropa, MU baru empat kali bertarung melawan Milan. Dan itu terjadi di zaman baheula, sebelum sepakbola semoderen sekarang dan reputasi mereka belum semenjulang sekarang.Perjumpaan pertama terjadi di bulan Mei 1958, atau di musim ketiga turnamen ini diadakan. Waktu itu MU baru saja berduka cita menyusul tragedi tewasnya 23 anggota tim termasuk delapan pemain setelah pesawat yang mereka tumpangi meledak saat take off di Munich, setelah mengisi bahan bakar usai melawat ke Belgrade dalam leg kedua babak perempatfinal melawan Red Star.Di pertandingan pertama di Old Trafford, pasukan muda MU yang kala itu dilatih Sir Matt Busby berhasil unggul 2-1. Tapi enam hari kemudian, dalam aksinya di San Siro, mereka menyerah 0-4 dari skuad Rossoneri yang antara lain diperkuat Cesare Maldini dan striker legendaris Niels Liedhom. Di final Milan kalah 3-2 dari Real Madrid lewat perpanjangan waktu.Pertemuan mereka selanjutnya terjadi 11 tahun kemudian atau di musim 1968/1969, juga di babak semifinal. Waktu itu MU menyandang status juara bertahan setelah di final musim sebelumnya menekuk Benfica 4-1. Di San Siro Milan yang dilatih Nereo Rocco dan dikapteni Gianni Reva kembali unggul dengan skor 2-0. Di Old Trafford MU nyaris bangkit setelah Charlton, salah satu pemain yang selamat dari musibah Munich, mencetak gol di menit 70 memanfaatkan umpan George Best. Tujuh menit berselang striker top Dennis Law merasa membuat gol kedua buat tuan rumah, tapi wasit menganulirnya karena tidak menganggap bola telah melewati garis gawang Fabio Cudicini, ayah kiper Chelsea saat ini, Carlo Cudicini. Cudicini senior memang tampil gagah meskipun sebelumnya sempat roboh ditimpuk fans MU. Sama seperti sebelumnya, sukses mengatasi MU membuat Milan maju ke babak final. Berbeda dengan 11 tahun lalu, kali itu Milan berhasil merengkuh tropi juara setelah menebas Ajax Amsterdam 4-1 di Santiago Bernabeu.Di era moderen MU pimpinan Alex Ferguson baru satu kali bertemu dengan Milan. Itupun di ajang tidak resmi. Dalam tur pra-musim bulan Juli lalu di Amerika Serikat Alan Smith cs kalah lewat adu penalti.Apa komentara Ferguson soal duel mereka kali ini? Cukup optimis. "Kami belajar dari tiga atau empat kali pengalaman menghadapi Juventus. Pertama kali kami merasa terkagum-kagum, tapi setelah itu kami terus berkembang dan membaik. Itulah barometer kemajuan kami di Eropa. Apa yang kita lihat sekarang berkaitan erat dengan pengalaman sebelumnya. Bertanding dengan tim Italia tidak boleh ragu-ragu campur takut seperti 10 tahun yang lalu, tapi bukan berarti mengesampingkannya."Manajer asal Skotlandia itu menambahkan, Milan, Juventus, dan klub-klub Italia umumnya berada di puncak pada awal era 90-an. Meski demikian mereka tetap berbahaya sampai kapanpun karena selalu punya pemain-pemain hebat. Hari Rabu (23/2/2005) malam lusa MU akan menjamu Milan sebelum dua minggu kemudian bertandang ke San Siro. Siapa yang mampu mengatasi lawannya bakal melangkah ke babak perempatfinal. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads