Vargas: Kurang Bertaji di Klub, Jadi Kartu AS Chile

Vargas: Kurang Bertaji di Klub, Jadi Kartu AS Chile

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 30 Jun 2015 11:18 WIB
Vargas: Kurang Bertaji di Klub, Jadi Kartu AS Chile
Henry Romero/Reuters
Jakarta - Eduardo Vargas menginspirasi Chile saat mengalahkan Peru guna lolos ke final Copa America 2015. Chile tinggal selangkah lagi dari mencatatkan sejarah untuk tampil sebagai juara yang pertama kalinya.

Memainkan laga semfinal di Estadio Nacional, yang tuntas pagi ini (30/6/2015), Vargas memborong dua gol Chile untuk menyingkirkan Peru dengan skor 2-1.

Diawali dari sepakan Alexis Sanchez yang membentur tiang gawang, Vargas menyambut bola rebound dengan sontekan jarak dekat yang melewati penjagaan kiper Charles Aranguiz. Chile memimpin 1-0 di menit-menit akhir babak pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai turun minum, gol bunuh diri Gary Medel menyeimbangkan permainan. Tapi Chile beruntung memiliki Vargas, yang kembali membobol gawang Peru dengan gol spektakuler.

Memperoleh bola dari area lapangan tengah, pemain yang dimiliki Napoli itu menggiring bola sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di jala Peru.

Dua gol itu praktis memperbaiki catatan gol Vargas dalam daftar topskorer Chile maupun kompetisi. Pesepakbola 25 tahun itu kini mengoleksi 22 gol dalam 47 caps yang menduduki posisi keenam topskorer sepanjang masa Chile sekaligus memimpin perburuan gelar pencetak gol terbanyak Copa America 2015 dengan koleksi empat gol. Vargas mengungguli kompatriotnya Arturo Vidal dan striker Peru Paolo Guerrero (3 gol).

Lahir dengan nama Eduardo Jesus Vargas Rojas, pria yang lahir di Santiago, Chile pada 20 November 1989 itu menegaskan reputasinya sebagai pemain yang lebih tokcer bersama timnas daripada dengan klub.

Sebagai pemain yang beroperasi di lini serang, tidak bisa disangkal bahwa Vargas tidak tajam-tajam amat. Memulai kariernya Cobreola, Vargas menarik minat tim elite Liga Chile Universidad de Chile. Di sana, dia mengemas 19 gol dalam 29 laga di musim terakhirnya sebelum diboyong Napoli pada 2011.

Namun begitu, karier Vargas di Eropa berjalan tidak mulus. Vargas gagal menembus tim inti dan hanya menghasilkan tiga gol dalam 28 penampilannya. Vargas kemudian dipinjamkan ke berbagai klub.

Diawali dari Gremio di mana dia hanya mengemas 9 gol dalam 37 penampilan, lalu berlanjut ke Spanyol dengan bergabung Valencia. Tapi bersama Los Che, Vargas cuma bisa lima kali menjebol gawang lawan dalam 25 laganya. Pada musim 2014-15, Vargas setuju dipinjamkan ke QPR. Akan tetapi selama 21 kali bermain, Vargas gagal memberi kontribusi berarti setelah hanya mencetak empat gol dalam 21 laganya di Premier League dan QPR pun degradasi.

"Kami memiliki sebuah afinitas yang besar dengan Vargas," kata pelatih Chile Jorge Sampaoli, merujuk pada catatan gol Vargas yang kurang mentereng di level klub.

"Setiap kali Anda menyaksikan dia bermain dengan 'La Roja', dia selalu memberikan segalanya."

Namun, hal yang lebih penting lagi adalah Vargas sudah membuka lebar kans Chile untuk mengakhiri puasa gelar Copa America yang sudah berjalan selama 99 tahun.

Chile kini menunggu pemenang laga semifinal antara Argentina melawan Paraguay, yang akan digelar Rabu (1/7/2015) pagi WIB.

(rin/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads