Melawan Peru di babak semifinal di Estadio Nacional, Santiago, Selasa (30/6/2015) pagi WIB, Chile memetik kemenangan 2-1. Eduardo Vargas menjadi pahlawan lewat dua gol yang diciptakannya.
Meski demikian, kemenangan tersebut tak didapat Chile dengan mudah. Kendati kalah jumlah pemain setelah Carlos Zambrano dikartu merah di menit ke-20, Peru tetap memberi perlawanan sengit kepada tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunggulan Chile kembali empat menit kemudian lewat tendangan jarak jauh Vargas. Chile pada akhirnya bisa mempertahankan keunggulan tersebut hingga laga usai dan berhak lolos ke final.
Lolos ke final adalah target yang diusung Chile sejak awal digelarnya Copa America. Mencapainya dengan memenangi laga sulit di semifinal, pelatih Chile Jorge Sampaoli pun puas.
"Mencapai final di kandang bersama La Roja adalah mimpi yang ingin kami capai. Peru punya pemain-pemain yang bernilai dan mereka membuat kami menderita," ujar Sampaoli.
"Mereka memainkan laga yang hebat. Dalam pertandingan-pertandingan yang kami mainkan di Copa America 2015, ini adalah yang paling rumit. Kami sangat senang dengan kemenangan ini."
"Kami menghadapi rival yang sangat sulit dan lawan di final sama saja. Kami harus memulihkan penampilan di pertandingan-pertandingan sebelumnya," imbuhnya.
Target pertama sudah terwujud, Chile kini mulai menatap mimpi lainnya yaitu menjadi juara. Sepanjang penyelenggaraan Copa America sejak nyaris 100 tahun lalu, Chile belum pernah menjadi juara.
Ini adalah final kelima bagi Chile setelah sebelumnya di tahun 1955, 1956, 1979, dan 1987. Tapi di empat kesempatan tersebut, Chile harus puas menjadi runner-up. Chile kini tinggal menunggu pemenang dari laga antara Argentina dan Paraguay.
"Kami akan mencoba di masa persiapan ini untuk memulihkan pemain untuk laga final. Kewajiban kami adalah membawa tim ke final. Sekarang, kami memulai mimpi baru," kata Sampaoli.
(nds/rin)











































