Menghadapi Chile di Estadio Nacional, Santiago, Selasa (30/6/2015) pagi WIB, Peru sudah harus kehilangan Zambrano di menit ke-20. Bek milik Eintracht Frankfurt itu diusir dari lapangan karena dianggap menendang punggung Charles Aranguiz.
Demi menjaga kesolidan di lini belakang, Gareca kemudian melakukan pergantian pemain di menit ke-27. Dia memasukkan bek lainnya, Christian Ramos, dan menarik keluar seorang gelandang, Christian Cueva.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bermain dengan 10 orang melawan tuan rumah di hampir sepanjang pertandingan itu sulit. Sekarang kami harus mencoba untuk pulih dan menemukan cara terbaik untuk berjuang dari posisi ini di kualifikasi Piala Dunia," ujar Gareca seperti dikutip Soccerway.
"Pengusiran (Zambrano) mengubah rencana yang kami miliki. Kami harus mengatur ulang pertahanan karena kami kehilangan pemain hebat di sana. Itu terjadi dalam beberapa detik saja. Kami mencoba untuk menyusun ulang empat bek."
"Kami harus selalu mengakhir laga dengan 11 orang. Ini adalah pembelajaran dan bisa terjadi pada pemain manapun karena ini adalah pertandingan yang berlangsung panas. Akan bagus kalau itu tidak terjadi, tapi semuanya baik dengan Carlos (Zambrano), yang tampil baik di Copa. Penting agar itu tidak terjadi lagi," katanya.
Meski kalah, Gareca tetap memuji semangat juang timnya. Di laga tersebut, Peru tetap mampu menyamakan kedudukan meski bermain dengan 10 orang.
"Kami memberi segalanya, saya memberi selamat untuk para pemain. Kami bermain dan habis-habisan di lapangan. Kami punya mimpi untuk ke final tapi tidak terwujud. Keyakinan yang kami miliki sudah pergi," lanjut Gareca.
"Itu tidak menutup fakta bahwa kami kalah. Saya tahu para pemain habis-habisan di lapangan. Kami tidak bisa memberi kebahagiaan kepada masyarakat. Kami akan terus berkembang dan ini akan memperkuat kami seiring dengan waktu," katanya.
(nds/din)











































