Hiddink kembali melatih timnas Belanda pada tahun lalu. Dia menggantikan Louis van Gaal, yang hijrah ke Manchester United setelah mengantarkan Belanda menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 2014.
Bagi Hiddink, itu adalah kali kedua dia dipercaya Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) untuk melatih timnas. Dia sebelumnya melatih Belanda pada periode 1995-1998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belanda menempati posisi tiga Grup A saat ini dengan nilai 10 dari enam laga. Mereka tertinggal lima poin dari Islandia di puncak klasemen dan tiga angka dari Republik Ceko.
"KNVB sama bersalahnya dengan Hiddink dalam situasi ini," ujar De Boer, mantan gelandang timnas Belanda, kepada De Telegraaf.
"Anda sudah melihat sejak hari pertama -- pada laga persahabatan melawan Italia (di mana Belanda kalah 0-2) -- itu tidak akan sukses," imbuhnya.
"Saya ikut sedih, khususnya untuk Guus. Berdasarkan masa lalu, saya sangat menghormati dia," kata pria yang mengoleksi 67 caps bersama timnas Belanda itu.
"Anda harus tahu kapan saatnya berhenti. Dan Hiddink jelas tidak tahu," ujar De Boer.
Menurut De Boer, KNVB harusnya menunjuk Ronald Koeman sebagai pengganti Van Gaal, bukan Hiddink. Koeman sendiri terhitung sukses bersama Southampton pada musim lalu.
"Koeman adalah orang yang tepat. Dan dia bukannya tidak menginginkan pekerjaan itu. Dia sangat menginginkannya," kata De Boer.
(mfi/krs)











































