Penampilan Argentina di Copa America tak lepas dari kritik. Namun, 'Tim Tango' pun menjawabnya dengan penuh gaya di Concepcion pagi ini, kala menang besar atas Paraguay dan lolos ke final.
Dihuni oleh sederet pemain berkualitas wahid plus keberadaan Lionel Messi di tim tersebut, Argentina dinilai tak menjawab ekspektasi publik sebagai favorit juara di empat pertandingan awalnya.
Setelah diimbangi 2-2 dengan Paraguay di laga perdana, Argentina cuma menang 1-0 atas Uruguay dan tim terlemah di Grup B, Jamaika, dan itu pun dengan performa yang terbilang pas-pasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuma empat gol dibuat plus "mandul"-nya Messi yang hanya bikin 1 gol dari titik putih, wajar jika kritik melanda Argentina. Tapi, Martino santai menanggapi itu dan menganggap Albiceleste hanya tidak beruntung, ketika tidak bisa mencetak banyak gol.
Keberuntungan yang Martino harapkan itu pun datang ketika menghadapi Paraguay pada laga semifinal yang dihelat di Concepcion, Rabu (1/7/2016) pagi WIB.
Argentina tampil "kesetanan" dan memberondong enam gol ke gawang Paraguay lewat gol-gol Angel Di Maria (dua gol), Marcos Rojo, Javier Pastore, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain. Paraguay hanya sekali diberi kesempatan bikin gol lewat Lucas Barrios.
Dari total 15 tembakan yang dilepaskan sepanjang 90 menit, ada 6 yang berujung gol. Ini pertanda setidaknya Martino sudah melakukan perubahan dalam aspek permainan Argentina secara tim.
Seperti dikutip Opta, untuk ke-18 kalinya Argentina mampu menang minimal dengan mencetak enam gol atau lebih dalam partai Copa America. Terbanyak di antara negara Amerika Selatan lainnya.
Meski demikian, Martino masih merasa ada yang kurang dari permainan timnya, yakni Argentina dinilai kurang galak saat bertarung memperebutkan bola.
"Permainan kami lebih baik dibanding saat melawan Kolombia," ujar Martino seperti dikutip Reuters.
"Tapi dalam hal merebut bola kembali dari lawan, di seluruh penjuru lapangan, saya pikir kami lebih baik saat melawan Kolombia dibanding laga hari ini. Kami tidak menekan lawan dengan baik, baik itu saat berada di daerah mereka atau ketika kami bertahan," sambungnya.
"Saya senang dengan skor 6-1 tersebut dan bermain di final, tapi jika masih ada yang harus kami perbaiki, maka saya akan perbaiki, apakah kami cuma imbang 0-0, kalah, atau menang."
(mrp/raw)











































