Chile melangkah relatif mulus ke partai puncak. Setelah lolos sebagai juara Grup A, Chile kemudian menyingkirkan Uruguay di perempatfinal dan Peru di semifinal untuk tampil di babak final.
Chile juga lolos ke final dengan predikat sebagai tim paling produktif. Tim arahan Jorge Sampaoli itu mencetak 13 gol di lima pertandingan yang sudah dimainkan atau rata-rata 2,6 gol per laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampaoli mengakui kalau penampilan Alexis ikut berpengaruh terhadap tim. Karena itu, demi memenuhi ambisi Chile untuk mengakhiri penantian selama nyaris 100 tahun, dia berharap Alexis bisa kembali ke performa terbaiknya saat menghadapi Argentina di final pada 4 Juli mendatang.
"Ketika Alexis tidak di performa terbaik seperti biasanya, Chile merasakannya," ujar Sampaoli seperti dikutip Reuters.
"Jika dia merasa baik, dia adalah pemain paling menentukan di tim ini. Kami harus memulihkannya dengan baik karena dia penting bagi kami," katanya.
Sejak Copa America pertama kali digelar pada 1916, Chile belum pernah sekalipun menjadi juara. Pencapaian terbaik mereka adalah menjadi runner-up pada 1955, 1956, 1979, dan 1987.
(nds/din)











































