Sepp Blatter: Saya Tidak Korup dan Bakal Masuk Surga

Sepp Blatter: Saya Tidak Korup dan Bakal Masuk Surga

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Kamis, 02 Jul 2015 01:58 WIB
Sepp Blatter: Saya Tidak Korup dan Bakal Masuk Surga
AFP/Valeriano Di Domenico
Zurich -

Presiden FIFA, Sepp Blatter, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam skandal suap yang terjadi baru-baru ini. Blatter juga menambahkan, dirinya benar-benar bersih.

Skandal suap tersebut telah menyeret banyak petinggi FIFA masuk bui. Berdasarkan laporan yang dibuat oleh Chuck Blazer, yang merupakan mantan anggota Komite Eksekutif FIFA, beberapa tahun lalu, terungkap bahwa banyak petinggi FIFA menerima suap untuk meloloskan negara tertentu menjadi tuan rumah Piala Dunia. Imbasnya, pencalonan Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022 pun ikut diselidiki.

Blatter pun tidak lepas dari kecurigaan, mengingat status dirinya sebagai presiden federasi sepakbola dunia. Namun demikian, dia dengan tegas membantah seraya menyatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang mengatakan dirinya terlibat kasus suap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ada seseorang yang menuduh saya korup, saya akan balik bertanya, apakah dia tahu maksud dari kata-kata itu?" ujar Blatter seperti dilansir Guardian.

"Siapa pun yang menuduh saya korup harus bisa membuktikannya. Tapi, tak ada seorang pun yang bisa karena memang saya tidak korup."

"Saya terbuka untuk kritik positif. Kritik-kritik itu bisa membuat saya berubah di masa depan. Tapi, siapa pun yang menyebut saya korup karena FIFA itu korup, saya hanya bisa geleng-geleng kepala."

"Setiap orang yang menuduh seperti itu harus masuk penjara."

"Saya adalah orang yang relijius. Saya berdoa setiap saat. Saya punya salib emas yang sudah didoakan oleh Paus Francis. Saya percaya, saya bakal masuk surga suatu saat nanti," kata Blatter.

Penangkapan banyak petinggi FIFA yang terjadi sebelum pemilihan presiden FIFA beberapa waktu lalu itu membuat Blatter diminta untuk mundur. Tidak lama setelahnya, Blatter pun menyatakan mundur dari jabatannya dan meminta FIFA untuk menggelar Kongres Luar Biasa sesegera mungkin.

Namun, Kongres Luar Biasa itu paling cepat baru bisa digelar pada Desember tahun ini. Sementara itu, Blatter pun tetap duduk di kursi Presiden FIFA.

Baru-baru ini, Blatter meluruskan pernyataannya. Dia menyebut bahwa dirinya tidak mundur, melainkan menyerahkan jabatan dan nasibnya kepada Kongres Luar Biasa.



(roz/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads