Pada laga semifinal yang dihelat di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, 8 Juli 2014 Brasil berhasrat untuk melaju ke final dan meraih titel keenamnya. Namun, malah malu yang harus ditanggung oleh Selecao.
Tak cuma gagal melaju ke final, tapi Brasil harus menelan kekalahan paling telak sepanjang sejarah mereka yakni 1-7 dari Jerman. Laga tersebut pun bak jadi aib untuk negara itu dan kian diperparah dengan kegagalan meraih peringkat ketiga terbaik, usai kalah 0-3 dari Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar jika Lahm, yang kala itu memimpin rekan-rekannya menaklukkan Brasil, turut menyesal dengan cara Jerman meraih kemenangan tersebut. Sebab Lahm pernah merasakan bagaimana sakitnya kalah di semifinal saat berstatus sebagai tuan rumah.
Balik ke tahun 2006, Jerman pun gagal melaju ke final Piala Dunia usai kalah 0-2 dari Italia di perpanjangan waktu dan Gli Azzurri akhirnya jadi juara.
"Saya tahu bagaimana perasaan mereka saat itu. Rasanya juga menyakitkan ketika Jerman tersingkir saat begitu dekat dengan final, kala menjadi tuan rumah di 2006," tutur Lahm kepada France Football.
"Memang sepakbola tidak mengenal belas kasih, tapi kami menyesali cara kami menghancurkan tuan rumah seperti itu," sambungnya.
(mrp/din)










































