Salah satu kunci kemenangan Chile di final Copa America 2015 adalah keberhasilan mereka meredam bintang Argentina, Lionel Messi. Pelatih La Roja, Jorge Sampaoli, mengaku senang timnya berhasil meredam Messi.
Sampaoli menyadari bahwa Messi akan menjadi salah satu ancaman terbesar untuk Chile. Kalau membiarkan Messi bergerak bebas, dia tahu timnya bisa bernasib seperti Paraguay, yang digasak Argentina 1-6 di babak semifinal.
Pada pertandingan final di Estadio Nacional, Santiago, Minggu (5/7/2015) dinihari WIB, Messi memang tak bisa disebut tampil buruk. Penyerang Barcelona itu tercatat 71 kali menyentuh bola, cuma kalah dari Javier Mascherano (81) dan Marcos Rojo (74), dan melepas 39 umpan. Tapi, dia cuma melepaskan satu tembakan sepanjang laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya adalah meredam para pemain penting mereka, termasuk si pemain terbaik di dunia. Saya yakin kalau Argentina punya kesempatan untuk mendominasi, Messi akan menunjukkan bahwa dia adalah pemain terbaik di dunia," tutur Sampaoli di Reuters.
"Satu kekalahan, satu kekalahan di final, tidak akan mengubah Lionel Messi," katanya.
(mfi/rin)











































