Tidak dapat disangkal apabila performa Messi bersama Albiceleste tidak sebaik saat membela Barcelona. Saat di level klub, bomber berusia 28 tahun ini selalu menjadi momok bagi lawan-lawannya dan sukses membawa Barca menuju prestasi tertinggi.
Dua kali treble winners -- terakhir pada musim 2014/15 hanyalah bagian kecil dari sumbangsih Messi ketika bermain di bawah panji El Barca. Lalu bagaimana prestasi Messi di Argentina? Nihil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi sering disebut-sebut sebagai pesepakbola terbaik dalam sejarah sepakbola. Tapi tidak sedikit yang kurang setuju lantaran catatan buruknya bersama Argentina. Berikut kegagalan-kegagalan Messi di turnamen-turnamen internasional, sebagaimana dikutip Sky Sports.
1. Piala Dunia 2006
|
|
Messi mencetak satu gol dan satu assist untuk membantu Albiceleste mengalahkan Serbia-Montenegro di babak grup. Torehan itu membuat Messi menjadi pencetak gol termuda di turnamen itu.
Namun, kiprah Messi tidak berakhir manis karena dia tidak dimainkan di babak perempatfinal saat Argentina dibekap tuan rumah Jerman lewat adu penalti.
2. Copa America 2007
|
|
Messi sukses menciptakan assist di tiga pertandingan babak grup Argentina dalam turnamen yang digelar di Venezuela itu. Dia kemudian menambah toreannya dengan mencetak dua gol ke gawang Peru di babak perempatfinal dan ke gawang Meksiko di semifinal.
Akan tetapi, performa impresif Messi tidak sanggup mencegah kekalahan Argentina 0-3 dari Brasil di babak final. Namun demikian, Messi mendapat "hadiah hiburan" berupa gelar pemain muda terbaik.
3. Piala Dunia 2010
|
|
Di babak grup, Messi berpartisipasi atas tujuh gol yang dilesakkan Argentina walau dia sendiri tidak mencatatkan namanya di papan skor. Dia kemudian menciptakan sebuah assist untuk Carlos Tevez yang mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-1 atas Meksiko di babak 16 Besar.
Akan tetapi, setibanya di perempatfinal Messi dan Argentina tidak bisa berkutik. Jerman sekali lagi mengalahkan mereka dengan skor telak 0-4.
4. Copa America 2011
|
|
Messi terpilih sebagai man of the match lewat dua assistnya yang membantu Argentina mengalahkan Kosta Rika 3-0 di babak grup setelah di dua pertandingan sebelumnya gagal mencetak gol. Tapi mimpi buruk itu datang lagi.
Maju ke babak perempatfinal, Argentina tidak mampu berbuat banyak saat dihadapkan dengan Uruguay. Messi memang menciptakan sebuah assist untuk gol penyama yang dibuat Gonzalo Higuain tapi Argentina mesti gigit jari karena kalah lewat adu penalti 4-5.
5. Piala Dunia 2014
|
|
Empat gol dan tiga penghargaan man of the match adalah penghargaan yang didulang Messi, hanya di babak grup saja.
Kehebatan Messi kembali terbukti setelah operannya kepada Angel Di Maria dituntaskan menjadi gol kemenangan Argentina di babak perpanjangan waktu saat mengalahkan Swiss 1-0 di babak 16 Besar.
Namun begitu, performa Messi meredup di partai-partai Argentina selanjutnya. Meskipun begitu, Argentina sukses mengalahkan Belanda untuk maju ke final sebelum ditekuk Jerman 1-0 lewat gol di babak perpanjangan waktu.Β Kontroversi turut mengikuti Messi setelah terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014.
6. Copa America 2015
|
|
Walau tanpa assist dan gol di tiga pertandingan berikutnya, tapi kecemerlangan Messi sekali lagi muncul saat Argentina kembali berjumpa Paraguay di babak semifinal. Messi mencetak tiga assist untuk membawa kemenangan 6-1 sekaligus maju ke partai puncak melawan Chile.
Messi mendapat pengawalan ketat dari para pemain Chile dan walaupun berhasil mengonversi tendangan penalti dalam adu tos-tosan, tidak ada rekannya yang bisa membobol gawang Chile lagi. Argentina pun kalah 1-4.
Kini, Messi harus menunggu kesempatannya lagi untuk mengukir prestasi dengan Argentina. Tapi dia tak harus menunggu lama karena peluang itu akan tiba pada tahun 2016 dalam edisi spesial peringatan 100 tahun Copa America di Amerika Serikat.
Halaman 2 dari 7











































