Messi dan Kegagalan-kegagalannya Bersama Argentina

Messi dan Kegagalan-kegagalannya Bersama Argentina

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 06 Jul 2015 13:23 WIB
Messi dan Kegagalan-kegagalannya Bersama Argentina
Jakarta - Kekalahan di final Copa America 2015 adalah anomali terakhir Lionel Messi saat berkostum Argentina. Kehebatan pemain terbaik dunia empat kali itu masih ditunggu pembuktiannya bersama negaranya.

Tidak dapat disangkal apabila performa Messi bersama Albiceleste tidak sebaik saat membela Barcelona. Saat di level klub, bomber berusia 28 tahun ini selalu menjadi momok bagi lawan-lawannya dan sukses membawa Barca menuju prestasi tertinggi.

Dua kali treble winners -- terakhir pada musim 2014/15 hanyalah bagian kecil dari sumbangsih Messi ketika bermain di bawah panji El Barca. Lalu bagaimana prestasi Messi di Argentina? Nihil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak dipanggil ke skuat senior Argentina pada 2005, Messi sudah bermain di tiga Piala Dunia (2006, 2010, 2014) dan tiga kali Copa America (2007, 2011, 2015). Namun, satu-satunya medali juara yang bisa didapatkan dia hanyalah medali emas Olimpiade 2008 saat bermain di Argentina U23.

Messi sering disebut-sebut sebagai pesepakbola terbaik dalam sejarah sepakbola. Tapi tidak sedikit yang kurang setuju lantaran catatan buruknya bersama Argentina. Berikut kegagalan-kegagalan Messi di turnamen-turnamen internasional, sebagaimana dikutip Sky Sports.

1. Piala Dunia 2006

Di turnamen itu, Messi muncul sebagai pemain termuda Argentina di Piala Dunia saat masuk dalam skuat yang dilatih Jose Pekerman saat masih berusia 18 tahun. Messi bermain di tiga pertandingan dengan sekali menjadi starter saat melawan Belanda.

Messi mencetak satu gol dan satu assist untuk membantu Albiceleste mengalahkan Serbia-Montenegro di babak grup. Torehan itu membuat Messi menjadi pencetak gol termuda di turnamen itu.

Namun, kiprah Messi tidak berakhir manis karena dia tidak dimainkan di babak perempatfinal saat Argentina dibekap tuan rumah Jerman lewat adu penalti.

2. Copa America 2007

Setahun berikutnya, Messi lebih banyak dilibatkan. Penampilan pesepakbola yang kini berusia 28 tahun itupun menjanjikan.

Messi sukses menciptakan assist di tiga pertandingan babak grup Argentina dalam turnamen yang digelar di Venezuela itu. Dia kemudian menambah toreannya dengan mencetak dua gol ke gawang Peru di babak perempatfinal dan ke gawang Meksiko di semifinal.

Akan tetapi, performa impresif Messi tidak sanggup mencegah kekalahan Argentina 0-3 dari Brasil di babak final. Namun demikian, Messi mendapat "hadiah hiburan" berupa gelar pemain muda terbaik.

3. Piala Dunia 2010

Sorotan lebih banyak diterima Messi setelah membawa Barca meraih treble pertama di 2009 serta menyabet Ballon d'Or. Di bawah arahan Diego Maradona, Messi diberi kostum nomor 10 dan bahkan diberi ban kapten saat menghadapi Yunani.

Di babak grup, Messi berpartisipasi atas tujuh gol yang dilesakkan Argentina walau dia sendiri tidak mencatatkan namanya di papan skor. Dia kemudian menciptakan sebuah assist untuk Carlos Tevez yang mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-1 atas Meksiko di babak 16 Besar.

Akan tetapi, setibanya di perempatfinal Messi dan Argentina tidak bisa berkutik. Jerman sekali lagi mengalahkan mereka dengan skor telak 0-4.

4. Copa America 2011

Digelarnya Copa America di negeri sendiri dipandang sebagai kesempatan sempurna untuk mengakhiri penantian titel juara bagi Argentina. Messi pun digadang-gadang akan tampil cemerlang menyusul sukses Barcelona menyabet trofi Liga Champions dan La Liga.

Messi terpilih sebagai man of the match lewat dua assistnya yang membantu Argentina mengalahkan Kosta Rika 3-0 di babak grup setelah di dua pertandingan sebelumnya gagal mencetak gol. Tapi mimpi buruk itu datang lagi.

Maju ke babak perempatfinal, Argentina tidak mampu berbuat banyak saat dihadapkan dengan Uruguay. Messi memang menciptakan sebuah assist untuk gol penyama yang dibuat Gonzalo Higuain tapi Argentina mesti gigit jari karena kalah lewat adu penalti 4-5.

5. Piala Dunia 2014

Messi menikmati laju terjauh Argentina di Piala Dunia sejak 1990. Bapak satu anak itu berkontribusi besar untuk meloloskan negaranya dari babak grup dengan mencetak masing-masing satu gol saat mengalahkan Bosnia dan Iran serta dua gol kala menang tipis atas Nigeria.

Empat gol dan tiga penghargaan man of the match adalah penghargaan yang didulang Messi, hanya di babak grup saja.

Kehebatan Messi kembali terbukti setelah operannya kepada Angel Di Maria dituntaskan menjadi gol kemenangan Argentina di babak perpanjangan waktu saat mengalahkan Swiss 1-0 di babak 16 Besar.

Namun begitu, performa Messi meredup di partai-partai Argentina selanjutnya. Meskipun begitu, Argentina sukses mengalahkan Belanda untuk maju ke final sebelum ditekuk Jerman 1-0 lewat gol di babak perpanjangan waktu.Β  Kontroversi turut mengikuti Messi setelah terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014.

6. Copa America 2015

Messi membuka kiprahnya dengan menjanjikan setelah mengonversi hadiah penalti meski Argentina diimbangi Paraguay di babak grup. Namun, gol itu adalah satu-satunya yang dibuat sang megabintang dalam enam penampilannya.

Walau tanpa assist dan gol di tiga pertandingan berikutnya, tapi kecemerlangan Messi sekali lagi muncul saat Argentina kembali berjumpa Paraguay di babak semifinal. Messi mencetak tiga assist untuk membawa kemenangan 6-1 sekaligus maju ke partai puncak melawan Chile.

Messi mendapat pengawalan ketat dari para pemain Chile dan walaupun berhasil mengonversi tendangan penalti dalam adu tos-tosan, tidak ada rekannya yang bisa membobol gawang Chile lagi. Argentina pun kalah 1-4.

Kini, Messi harus menunggu kesempatannya lagi untuk mengukir prestasi dengan Argentina. Tapi dia tak harus menunggu lama karena peluang itu akan tiba pada tahun 2016 dalam edisi spesial peringatan 100 tahun Copa America di Amerika Serikat.
Halaman 2 dari 7
Di turnamen itu, Messi muncul sebagai pemain termuda Argentina di Piala Dunia saat masuk dalam skuat yang dilatih Jose Pekerman saat masih berusia 18 tahun. Messi bermain di tiga pertandingan dengan sekali menjadi starter saat melawan Belanda.

Messi mencetak satu gol dan satu assist untuk membantu Albiceleste mengalahkan Serbia-Montenegro di babak grup. Torehan itu membuat Messi menjadi pencetak gol termuda di turnamen itu.

Namun, kiprah Messi tidak berakhir manis karena dia tidak dimainkan di babak perempatfinal saat Argentina dibekap tuan rumah Jerman lewat adu penalti.

Setahun berikutnya, Messi lebih banyak dilibatkan. Penampilan pesepakbola yang kini berusia 28 tahun itupun menjanjikan.

Messi sukses menciptakan assist di tiga pertandingan babak grup Argentina dalam turnamen yang digelar di Venezuela itu. Dia kemudian menambah toreannya dengan mencetak dua gol ke gawang Peru di babak perempatfinal dan ke gawang Meksiko di semifinal.

Akan tetapi, performa impresif Messi tidak sanggup mencegah kekalahan Argentina 0-3 dari Brasil di babak final. Namun demikian, Messi mendapat "hadiah hiburan" berupa gelar pemain muda terbaik.

Sorotan lebih banyak diterima Messi setelah membawa Barca meraih treble pertama di 2009 serta menyabet Ballon d'Or. Di bawah arahan Diego Maradona, Messi diberi kostum nomor 10 dan bahkan diberi ban kapten saat menghadapi Yunani.

Di babak grup, Messi berpartisipasi atas tujuh gol yang dilesakkan Argentina walau dia sendiri tidak mencatatkan namanya di papan skor. Dia kemudian menciptakan sebuah assist untuk Carlos Tevez yang mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-1 atas Meksiko di babak 16 Besar.

Akan tetapi, setibanya di perempatfinal Messi dan Argentina tidak bisa berkutik. Jerman sekali lagi mengalahkan mereka dengan skor telak 0-4.

Digelarnya Copa America di negeri sendiri dipandang sebagai kesempatan sempurna untuk mengakhiri penantian titel juara bagi Argentina. Messi pun digadang-gadang akan tampil cemerlang menyusul sukses Barcelona menyabet trofi Liga Champions dan La Liga.

Messi terpilih sebagai man of the match lewat dua assistnya yang membantu Argentina mengalahkan Kosta Rika 3-0 di babak grup setelah di dua pertandingan sebelumnya gagal mencetak gol. Tapi mimpi buruk itu datang lagi.

Maju ke babak perempatfinal, Argentina tidak mampu berbuat banyak saat dihadapkan dengan Uruguay. Messi memang menciptakan sebuah assist untuk gol penyama yang dibuat Gonzalo Higuain tapi Argentina mesti gigit jari karena kalah lewat adu penalti 4-5.

Messi menikmati laju terjauh Argentina di Piala Dunia sejak 1990. Bapak satu anak itu berkontribusi besar untuk meloloskan negaranya dari babak grup dengan mencetak masing-masing satu gol saat mengalahkan Bosnia dan Iran serta dua gol kala menang tipis atas Nigeria.

Empat gol dan tiga penghargaan man of the match adalah penghargaan yang didulang Messi, hanya di babak grup saja.

Kehebatan Messi kembali terbukti setelah operannya kepada Angel Di Maria dituntaskan menjadi gol kemenangan Argentina di babak perpanjangan waktu saat mengalahkan Swiss 1-0 di babak 16 Besar.

Namun begitu, performa Messi meredup di partai-partai Argentina selanjutnya. Meskipun begitu, Argentina sukses mengalahkan Belanda untuk maju ke final sebelum ditekuk Jerman 1-0 lewat gol di babak perpanjangan waktu.Β  Kontroversi turut mengikuti Messi setelah terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014.

Messi membuka kiprahnya dengan menjanjikan setelah mengonversi hadiah penalti meski Argentina diimbangi Paraguay di babak grup. Namun, gol itu adalah satu-satunya yang dibuat sang megabintang dalam enam penampilannya.

Walau tanpa assist dan gol di tiga pertandingan berikutnya, tapi kecemerlangan Messi sekali lagi muncul saat Argentina kembali berjumpa Paraguay di babak semifinal. Messi mencetak tiga assist untuk membawa kemenangan 6-1 sekaligus maju ke partai puncak melawan Chile.

Messi mendapat pengawalan ketat dari para pemain Chile dan walaupun berhasil mengonversi tendangan penalti dalam adu tos-tosan, tidak ada rekannya yang bisa membobol gawang Chile lagi. Argentina pun kalah 1-4.

Kini, Messi harus menunggu kesempatannya lagi untuk mengukir prestasi dengan Argentina. Tapi dia tak harus menunggu lama karena peluang itu akan tiba pada tahun 2016 dalam edisi spesial peringatan 100 tahun Copa America di Amerika Serikat.

(rin/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads