Rusia Yakin Takkan Kehilangan Hak Gelar Piala Dunia 2018

Rusia Yakin Takkan Kehilangan Hak Gelar Piala Dunia 2018

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 09 Jul 2015 04:05 WIB
Rusia Yakin Takkan Kehilangan Hak Gelar Piala Dunia 2018
Getty Images/Alexandre Loureiro
Moskow - Skandal dugaan pemerasan, konspirasi, dan korupsi di tubuh FIFA diyakini tidak akan mengusik hak Rusia untuk tetap menggelar Piala Dunia 2018. Keyakinan itu dilontarkan oleh Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko.

Akan tetapi Mutko, angota dari komite eksekutif FIFA, juga mengatakan bahwa perlu dilakukan perubahan besar di organisasi tingkat duniat seperti FIFA demi meraih kembali kepercayaan para penggemar sepakbola.

"Perubahan di susunan manajemen FIFA tidak akan mengubah apa-apa," katanya mengenai penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di negaranya, seperti dikutip Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Piala Dunia bukan milik Rusia melainkan FIFA, tapi Rusia akan menggelar Piala Dunia untuk FIFA sesuai yang sudah direncanakan. Tak ada ancaman buat kami. Piala Dunia adalah sebuah batu pertama yang harus dihargai dan memang akan demikian," lanjutnya.

Saat ini otoritas FBI sedang melakukan penyelidikan di tubuh FIFA atas dugaan pemerasan, konspirasi, dan korupsi yang ditengarai sudah berjalan selama lebih dari dua dekade.

Sementara itu otoritas Swiss juga tengah menyelidiki mekanisme pengambilan suara yang membuat Rusia memenangi hak untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2018 dan Qatar untuk Piala Dunia 2022.

Mutko, yang juga CEO untuk Komite Penyelenggara 2018, sudah berulangkali menyatakan negaranya bersih dari tuduhan. "Sebagai menteri olahraga Rusia, saya bisa menyarankan FBI mungkin lebih baik menyelidiki federasi-federasi lain saja. Ada 209 negara di FIFA."

Masalah yang tengah membelit FIFA saat ini memang sudah memunculkan keinginan dari sejumlah kalangan agar keberhasilan Rusia dan Qatar untuk menghajat dua gelaran Piala Dunia mendatang itu untuk ditelaah ulang. Tetapi sejauh ini dua negara tersebut masih ditetapkan sebagai tuan rumah di 2018 dan 2022 secara berurutan.



(krs/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads