Chelsea Bungkam, Mourinho Diam
Kamis, 24 Feb 2005 09:23 WIB
Jakarta - Skuadnya dibungkam lawan, Jose Mourinho membungkam mulutnya sendiri. Ia menolak menghadiri konferensi pers pasca pertandingan dan menyuruh anak-anak buahnya tidak mengeluarkan pernyataan apapun kepada wartawan.Ada apa, Jose? Tentu saja berhubungan soal kekalahan Chelsea 1-2 atas tuan rumah Barcelona di Nou Camp, di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (24/2/2005) dinihari WIB. Pada pertandingan tersebut Chelsea unggul lebih dulu di babak pertama oleh gol bunuh diri Jorge Belletti. Petaka buat klub Inggris itu bermula dari diusirnya Didier Drogba di menit 56 oleh wasit Anders Frisk. Barca lalu berhasil mencetak dua gol via Maxi Lopez dan Samuel Eto'o dan menang.Omongan pemain Chelsea yang tertangkap publik baru dari mulut Drogba. Ia terlihat marah atas kartu kuning keduanya karena dianggap Frisk mengangkat kaki terlalu tinggi saat berebut bola dengan kipper Barca Victor Valdes. "Apa aku menyentuhnya? Apa aku menyentuhnya? Tidak. Saya tak pernah menyentuhnya!"Perihal aksi bungkam massal Mourinho dan anak-anak buahnya, juru bicara Chelsea menyatakan mereka akan mengajukan protes kepada UEFA atas insiden yang terjadi di akhir babak pertama. Apa itu?Rumor menyebutkan, dalam perjalanan ke tunnel, asisten pelatih Barca Henkten Cate mendekati Frisk untuk mengajukan komplain karena gol Chelsea mereka anggap offside. "Saya ada di sana, tak terjadi apa-apa," bela pelatih Frank Rijkaard.Keberadaan Rijkaard di tunnel itu juga jadi masalah lain. Ia tampak berakrab-akrab dengan wasit asal Swedia itu sehingga menimbulkan tanda tanya di kubu Chelsea. "Saya tidak tahu apa yang membuat Mourinho begitu kesal. Saya bicara dengan wasit dengan baik-baik, penuh persahabatan. Mungkin itu awalnya, tapi saya tidak mengerti," tukas Rijkard. "Saya bilang 'halo, senangnya bertemu Anda', dan sesuatu tentang pertandingan. Itu saja." Pelatih asal Belanda itu juga sekalian mengkritik sikap Mourinho yang tidak menghadiri jumpa pers. "Pelatih bertugas mendatangi dan bicara pada media. Mereka mengarang sesuatu yang tidak terjadi. Padahal itu jelas-jelas tidak benar. Sekarang malah kelihatan makin konyol." (a2s/)











































