Posisi Jerman di klasemen Grup D kualifikasi Piala Eropa 2016 sedang tidak terlalu oke. Demi mengamankan posisinya di Prancis tahun depan, Jerman wajib memaksimalkan dua laga kualifikasi yang akan datang.
Jerman yang startnya di fase kualifikasi sempat tersendat kini sudah mulai kembali ke trek. Setelah hanya meraih satu kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah di tiga laga pertama, Die Mannschaft kemudian memenangi tiga laga terakhir dengan menghasilkan 13 gol dan tanpa kebobolan.
Kendati demikian, Jerman masih berada di posisi kedua klasemen Grup D dengan 13 poin. Mereka tertinggal satu angka dari Polandia yang memimpin klasemen. Di urutan ketiga, Skotlandia yang cuma beda dua poin dari Jerman juga mengintai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus memenangi kedua pertandingan, itu saja. Melawan Polandia, kami tahu itu sulit, tapi kami harus menang. Tidak ada alternatif. Kami hanya harus melakukannya," ujar gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger, seperti dikutip Reuters.
Polandia sejauh ini menjadi satu-satunya tim yang sudah mengalahkan Jerman di fase kualifikasi. Di pertemuan pertama bulan Oktober 2014 silam di Polandia, tuan rumah menang 2-0 atas juara Piala Dunia 2014 itu.
Dalam pertandingan tersebut, Jerman sejatinya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 62%. Agresivitas juga ditunjukkan oleh Thomas Mueller dkk. dengan melepaskan 22 kali upaya mencetak gol dengan delapan yang berstatus on target.
Namun penyelesaian akhir yang buruk membuat Jerman gagal mencetak gol. Sebaliknya, Polandia yang efektif mampu memaksimalkan peluang-peluangnya untuk meraih kemenangan.
Belajar dari kekalahan tersebut, Schweinsteiger meminta Jerman agar menjaga tempo permainan di sepanjang pertandingan. Kapten Jerman itu juga berharap timnya kini akan punya penyelesaian akhir yang lebih bagus.
"(Di pertandingan melawan Polandia) mereka agresif dan Anda bisa melihat mereka ingin memenangi pertandingan. Kami mengendalikan permainan tapi tidak selama 90 menit. Ini adalah sesuatu yang harus kami perbaiki," ucap Schweinsteiger.
"Kami harus mengontrolnya, bekerja keras dalam bertahan, tapi juga menciptakan peluang dengan kualitas yang kami miliki. Kami tidak boleh membiarkan apapun terjadi di lini belakang dan kami harus punya determinasi lebih di lini depan. Penting untuk menginjak pedal gas sampai menit terakhir," lugasnya.
(nds/mrp)











































