Jejak Merah Belanda

Jejak Merah Belanda

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 07 Sep 2015 12:05 WIB
Jejak Merah Belanda
Getty Images Sport/VI-Images
Amsterdam - Sebagai salah satu tim besar di Eropa, Belanda jadi satu dari sekian yang dijagokan melenggang ke putaran final Piala Eropa 2016. Siapa sangka Der Oranje malah terancam tak lolos ke Prancis tahun depan.

Belanda punya semua latar belakang untuk disebut sebagai salah satu unggulan di Piala Eropa 2016 nanti. Mereka punya rekam jejak sebagai juara meski sudah cukup lama diraih yakni pada 1988 silam.

Selain itu, mereka juga datang dengan status peringkat tiga dunia pada Piala Dunia 2014 lalu. Di turnamen tersebut, Belanda bahkan menaklukkan dua tim kuat dengan amat meyakinkan: Spanyol dilibas dengan skor 5-1 di fase grup, sedang tuan rumah Brasil dihantam 3-0 pada perebutan tempat ketiga.

Sepanjang sejarahnya ikut Piala Eropa sendiri, Belanda sudah sembilan kali lolos ke putaran final. Dari sembilan keikutsertaan, hanya dua kali mereka gagal melewati fase grup. Satu kali 'Negeri Kincir Angin' itu juara, empat kesempatan lainnya terhenti di semifinal, dan dua kali mandek di perempatfinal.

Terlepas dari prestasi finis di urutan tiga pada Piala Dunia lalu, Belanda sejatinya dalam tren menurun di Piala Eropa. Sejak terakhir kali merebut posisi tiga pada edisi 2004 di Portugal, mereka berangsur-angsur menurun: terhenti di perempatfinal pada edisi 2008, lalu mentok di fase grup pada 2012 silam.

Maka jika bicara soal prestasi di Piala Dunia 2014 lalu, boleh dikatakan hal itu buah dari sentuhan magis Louis van Gaal. Van Gaal ditunjuk sebagai pelatih pada Juli 2012, hanya beberapa hari setelah Piala Eropa 2012 berakhir, di mana Belanda di bawah Bert van Marwijk gagal total. Sejak saat itu Van Gaal memimpin Belanda dalam 28 pertandingan, memenangi 17 di antaranya dan hanya kalah dua kali sebelum kemudian berhenti dan menukangi Manchester United.

Sejak kepergian Van Gaal, Belanda dilatih oleh Guus Hiddink. Tapi performa Robin van Persie dkk. langsung anjlok. Dalam 10 pertandingan di bawah Hiddink, Belanda cuma menang empat kali dan menelan kekalahan sebanyak lima kali di berbagai ajang alias penuh dengan rapor merah. Catatan itupun membuat Hiddink meninggalkan pos pelatih, lalu dilanjutkan oleh Danny Blind.

Blind, sekalipun belum punya pengalaman sebagai pelatih timnas, dinilai punya pengetahuan cukup untuk menukangi Belanda karena sudah menjadi asisten pelatih di tim tersebut sejak 2012. Dia juga setidaknya mengenal metode Van Gaal yang terbilang sukses di Piala Dunia lalu.

Tapi sejauh ini belum tampak sinyal bagus. Dalam dua laga di bawah polesannya, Belanda menelan kekalahan masing-masing 0-1 dari Islandia dan 0-3 dari Turki di Kualifikasi Piala Eropa 2016. Dua hasil merah itu membuat mereka terancam tak lolos ke turnamen yang berlangsung di Prancis tahun depan tersebut.

Saat ini Belanda ada di peringkat empat Grup A dengan nilai 10 dari delapan laga. Dua tiket lolos langsung sudah dipastikan Islandia dan Republik Ceko yang sama-sama mengoleksi nilai 19 dengan dua laga tersisa. Mereka sudah tak bisa dikejar lagi oleh Turki di urutan ketiga yang punya 12 poin.

Otomatis, jalan bagi Belanda untuk lolos hanya dengan finis ketiga, melalui jalur play-off atau mencatatkan diri sebagai peringkat ketiga terbaik. Tapi tak akan mudah juga karena mereka harus berharap Turki kehilangan angka-angka di dua partai tersisa. Patut diakui berat.

Menariknya, Belanda sendiri punya catatan kurang menyenangkan jika Piala Eropa berlangsung di Prancis. Sudah dua kali kejuaraan ini berlangsung di Prancis sebelumnya, tak sekalipun Belanda ikut serta.

Prancis adalah tuan rumah gelaran pertama Piala Eropa pada 1960. Belanda tak ikut serta di edisi tersebut di mana Uni Soviet yang menjadi kampiun. Setelah itu Prancis kembali menggelar Piala Eropa pada 1984 dan lagi-lagi Belanda tak ikut serta. Saat itu mereka gagal lolos kualifikasi karena hanya menempati urutan dua Grup 7 di belakang Spanyol, yang cuma unggul torehan gol.

Jika gagal lolos di edisi 2016 ini, maka secara otomatis Belanda menuliskan sendiri kutukannya di Piala Eropa. Bahwa mereka belum pernah sekalipun tampil di kejuaraan tersebut jika Prancis menjadi tuan rumah.

Ada dua laga tersisa untuk Belanda berharap-harap cemas, yakni melawan Kazakhstan yang sudah dipastikan tersingkir karena menempati posisi juru kunci, dan menghadapi Ceko yang sudah dipastikan lolos. Sementara itu, Turki di lain sisi bakal menjalani dua partai tersisa dengan menghadapi Islandia dan Ceko yang sama-sama sudah lolos. Mampukah Belanda keluar dari rangkaian hasil merah dan mencegah kutukannya?
(raw/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads