Malam untuk Dilupakan Olivier Giroud

Malam untuk Dilupakan Olivier Giroud

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Selasa, 08 Sep 2015 10:58 WIB
Malam untuk Dilupakan Olivier Giroud
Franck Fife/AFP
Bordeaux -

Olivier Giroud menjalani malam untuk dilupakan saat Prancis mengalahkan Serbia 2-1. Striker Prancis itu memperlihatkan penampilan mengecewakan yang membuat kesal pendukungnya sendiri.

Giroud dipilih sebagai starter daripada Karim Benzema dalam pertandingan yang digelar di Stade Bordeaux-Atlantique semalam. Namun demikian, pemain yang membela Arsenal itu gagal membayar kepercayaan pelatih Didier Deschamps.

Selama sekitar satu jam di atas lapangan, Giroud menciptakan enam tembakan dari dalam kotak. Salah satu 'miss' Giroud yang paling disesalkan ialah saat kombinasinya dengan Antoine Griezmann gagal berujung gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika itu Griezmann mengirim operan yang sempurna ke jalur Giroud. Di dalam kotak, tendangan kaki kiri Giroud ke arah tiang jauh justru melebar. Momen buruk striker 28 tahun itu belum selesai karena Giroud membiarkan bola direbut pemain lawan yang berakhir dengan gol Serbia di menit ke-39.

Giroud lantas keluar lapangan lebih cepat setelah Deschamps memutuskan memasukkan Karim Benzema di awal babak kedua. Performa buruk itu membuat sejumlah pendukung Prancis tidak tahan untuk tidak mencemooh Giroud saat hendak digantikan.

Untungnya, Prancis memiliki Blaise Matuidi yang sukses mencetak sepasang gol di menit di menit kesembilan dan 25 untuk memastikan mereka pulang dengan kemenangan.

Bagi Giroud, pertandingan ini memperpanjang puasa golnya dalam seragam Prancis menjadi empat pertandingan berturut-turut. Terakhir kali Giroud mencatatkan namanya di papan skor adalah saat menyarangkan sebuah gol ke gawang Denmark dalam kemenangan timnya 2-0 pada Maret silam.

"Dia juga membantu sepanjang pertandingan kok," kata Deschamps di Soccerway. "Dia kurang beruntung dalam beberapa peluang karena kiper lawan membuat penyelamatan bagus. Dia memiliki tiga peluang bersih."

"Satu tidak mengarah ke sasaran, sebuah sundulan dekat dari mistar. Jelas apabila dia lebih efisien maka skornya akan lebih besar lagi. Dia sudah berusaha keras menjalankan perannya. Dia tahu akan hal ini dan dia adalah orang yang pertama bersedih dengan ketidakefisiennya."

"Ini memang terkadang terjadi. Apabila bukan Olivier, bisa juga terjadi pada Karim. Penampilan seluruh tim tetap dalam level yang hebat," imbuh Deschamps.



(rin/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads