Giroud menjadi starter kala Prancis menjamu Serbia di Stade Bordeaux-Atlantique, Selasa (8/9/2015) dinihari WIB. Namun pemain 28 tahun itu gagal menjawab kepercayaan dan tampil mengecewakan.
Bermain sekitar satu jam, Giroud melepaskan enam tembakan dan cuma satu yang tepat sasaran. Salah satu 'miss' Giroud yang paling disesalkan ialah saat kombinasinya dengan Antoine Griezmann gagal berujung gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giroud kemudian ditarik keluar untuk digantikan Benzema. Penampilan buruk di laga tersebut membuat Giroud pun mendapatkan cemoohan saat keluar lapangan. Ditambah lagi, ini merupakan kali keempat secara beruntun dalam balutan seragam Prancis dia gagal mencetak gol.
Giroud pribadi tak mau terlalu memikirkan kritik dan cemoohan. Baginya itu sudah jadi bagian dari permainan dan kini pemain kelahiran Chambery itu cuma fokus untuk memberikan respons.
"Sebagai seorang penyerang, yang jadi kebiasaan untuk Anda sehari-hari adalah mendapatkan tepuk tangan ketika mencetak gol. Ketika hal sebaliknya terjadi, maka situasinya sulit. Semua orang mendapatkan kritikan pada satu titik," kata Giroud dikutip Standard.
"Itu bukan yang pertama dan tentu bukan yang terakhir terjadi. Saya punya kekuatan mental untuk bangkit. Sekarang saya fokus bekerja. Saya mengerahkan segalanya kecuali mengkhawatirkan hal tersebut. Saya akan bangkit," demikian dia.
(raw/mrp)











































