Dua sponsor besar FIFA, Cola-Cola dan McDonald's, meminta Sepp Blatter mundur dari kursi presiden organisasi itu. Kedua perusahaan besar itu menganggap bertahannya Blatter akan menghambat proses reformasi di tubuh FIFA.
Gonjang-ganjing FIFA sudah dimulai sejak penangkapan beberapa petinggi federasi itu beberapa bulan silam di salah satu hotel Swiss. Dari sana terungkap banyak kasus korupsi dan suap yang terungkap, setelah selama ini hanya jadi kabar burung belaka.
Setelahnya desakan dari berbagai pihak agar Blatter mundur terus bermunculan. Pria asal Swiss itu dianggap sebagai biang keladi praktek kotor di organisasi yang dipimpinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Blatter tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah dan akan tetap berada di kursi presiden FIFA hingga digelarnya pemilihan presiden baru pada Februari 2016.
Namun, hal itu ditanggapi negatif oleh salah satu sponsor besar FIFA, Coca-Cola, yang pada Sabtu (3/10/2015) dinihari WIB, mengumumkan permintaan mereka kepada Blatter untuk segera meletakkan jabatannya, agar proses investigasi berjalan independen dan reformasi di tubuh FIFA segera terwujud.
"Coca-Cola meminta presiden FIFA, Joseph Blatter, untuk segera mengundurkan diri agar proses reformasi yang kredibel dan berkelanjutan dapat dimulai dengan serius," demikian pernyataan resmi Coca-Cola seperti dikutip Reuters.
"Hari demi hari, citra dan reputasi FIFA terus ternodai. FIFA harus bersikap komprenhensif dan butuh segera direformasi, dan itu hanya bisa dilakukan melalui cara yang benar-benar indenpenden."
Tak lama setelah Coca-Cola, sponsor FIFA lainnya, McDonalds, juga menyerukan Blatter untuk mundur demi kebaikan bagi sepakbola secara keseluruhan.
Saat pertama kali terungkap penangkapan para petinggi FIFA, para sponsor itu relatif masih diam di tepat dan cenderung berkomentar normatif.
(mrp/mrp)











































