Bek timnas Belanda, Daley Blind, membela pelatih Oranje --yang juga ayahnya--, Danny Blind, dari kritik. Menurutnya, Blind tidak layak disalahkan andai Belanda gagal lolos ke Euro 2016.
Danny Blind ditunjuk menjadi pelatih Belanda setelah Guus Hiddink dipecat. Dalam dua pertandingan pertamanya menukangi timnas Belanda, Blind senior belum pernah meraih kemenangan --kedua laga itu berakhir dengan kekalahan.
Belanda pun dipastikan tak bisa lolos secara langsung ke Prancis 2016. Satu-satunya cara adalah dengan finis di posisi ketiga Grup A dan memperebutkan tiket di babak play-off.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi Danny Blind jelas rentan. Jika sampai gagal, maka ini jadi pertama kalinya Belanda gagal lolos ke Piala Eropa sejak terakhir tahun 1984. Uniknya, ketika itu Piala Eropa juga diadakan di Prancis.
Namun, Daley membela sang ayah. Menurutnya, andai Belanda gagal, maka itu adalah kesalahan kolektif. Pada dasarnya, Belanda sudah terpuruk lebih dulu sebelum Danny diberikan kepercayaan.
"Saya selalu mendukung siapa pun pelatih tim nasional. Saya juga mendukung ketika Louis van Gaal dan Guus Hiddink menjadi pelatih, jadi saya akan melakukan hal yang sama pada ayah saya," ujar Daley kepada Telegraaf.
"Jangan lupa juga bahwa ia mengambil pekerjaan ini di tengah momen yang sulit."
"Saya tahu bahwa ia akan dikritik begitu menjadi pelatih tim nasional. Saya tahu seperti apa rasanya bekerja di dunia sepakbola dan bagaimana harus berhadapan dengan pers."
"Saya tidak akan membiarkan hal itu mengganggu saya, demikian juga ayah saya," kata Daley.
Di dua laga tersisa kualifikasi fase grup, Belanda akan menghadapi tuan rumah Kazakhstan (10/10) dan menjamu Republik Ceko (13/10).
(roz/din)










































